ADAKITANEWS, Tulungagung – Sebanyak 54 siswa di SDN 3 dan SDN 4 Kepatihan, Kabupaten Tulungagung mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi teh botol di lingkungan sekolah, Rabu (15/11).

Kepala SDN 3 Kepatihan, Mulyaningsih mengatakan, total ada sebanyak 54 siswa yang keluhannya hampir sama yaitu pusing, muntah, mual dan sakit perut setelah meminum salah satu produk teh, yang sedang melakukan promo di lingkungan sekolah.

“Semua siswa yang mengeluhkan gejala keracunan sudah mendapatkan penanganan medis. Sebanyak 12 siswa berada di IGD RSUD dr Iskak, 11 siswa di Puskesmas Tulungagung, selebihnya 31 dirawat di sekolah dengan mendatangkan tenaga medis,” kata Mulyaningsih.

Salah satu siswa mengatakan, sekitar pukul 08.00 WIB ada promo dari produsen teh botol. Mereka datang ke sekolah dengan membagi-bagikan produk secara gratis kepada seluruh siswa dan guru. “Semua siswa dapat teh gratisan, tapi ada yang dijual. Yang dijual harganya Rp 2.500 dapat dua,” ujar siswa yang namanya sengaja kami samarkan.

Siswa tersebut juga mengaku, sekitar satu jam pasca mengonsumsi teh tersebut, ia merasakan gejala mirip keracunan. “Satu jam setelah saya minum satu botol, kepala saya pusing, perut saya sakit, tahu-tahu sudah di sini (IGD RSUD dr Iskak), mungkin saya pingsan,” ucapnya.

Sementara, dokter IGD RSUD dr Iskak, dr Heru Dwi Cahyono mengatakan, jika dilihat dari gejala yang sama, penyebab sakit para siswa ini dari minuman yang sudah mereka minum. “Dugaan kami kondisi mereka karena reaksi dari minuman yang dikonsumsi itu. Keluhan dan gejalanya ada persamaan, setelah minum minuman yang sama.,” terang dr Heru Dwi Cahyono.

Saat ditanya apakah para siswa mengalami keracunan akibat minuman tersebut, dr Heru mengaku pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan. “Kami tidak berani mengatakan anak-anak ini keracunan, karena perlu pemeriksaan lanjutan. Termasuk sampel muntahan dan sisa minuman yang mereka konsumsi. Namun kami pastikan bahwa ini sudah masuk dalam KLB (Kejadian Luar Biasa),” pungkasnya.

Pihak kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan terkait kejadian itu dan mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga menjadi penyebab siswa mengalami gejala keracunan.(ta1)

Keterangan gambar : Siswa keracunan sedang mendapatkan perawatan.(foto : acta cahyono)