Diduga Kena Flu Burung, 55 Ekor Bebek Mati Mendadak

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (DP3) Kabupaten Sidoarjo bersama Balai Besar Veteriner Wates Jogjakarta memeriksa peternakan milik Fajar Santoro, warga RT 8/RW 2 Desa Penambangan Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo, Selasa (05/04). Pemeriksaan dilakukan pasca diketahui dalam satu bulan terakhir, 55 ekor bebek milik Fajar mati mendadak dalam kondisi tidak wajar, mirip gejala flu burung.

Sebelum mati, bebek-bebek milik Fajar diketahui sempat mengalami kelumpuhan, bahkan matanya berubah menjadi biru. “Biasanya kalau flu burung, matanya jadi biru. Matinya tidak seperti biasanya. Makanya saya laporkan,” ujarnya.

Di lokasi, tim gabungan langsung memeriksa beberapa sampel unggas. Mulai dari darah, lendir, hingga kotoran. Sampel tersebut nantinya akan dibawa ke laboratorium untuk diuji apakah kematian bebek-bebek milik Fajar
dikarenakan flu burung atau tidak. “Kita bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner untuk melakukan pemeriksaan yang lebih intensif lagi supaya hasilnya benar-benar valid,” terang Dr Bambang Erwanto, Kabid Peternakan DP3 Kabupaten Sidoarjo.

Diketahui, tahun lalu di kawasan Krian memang pernah ada unggas yang positif terkena flu burung. DP3 juga telah melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa lokasi yang merupakan jalur keluar-masuknya unggas. Tidak hanya itu, DP3 juga melakukan vaksinasi di wilayah yang memiliki populasi besar. “Kami mengingatkan agar tidak ada orang lain yang masuk kecuali tetap menjaga keamanan. Setelah masuk kandang, harus mencuci tangan dengan desinfektan. Memakai sepatu. Pakaian juga harus dicuci sebelum berkumpul dengan keluarga,” imbuh Bambang.

Selain di Kecamatan Balongbendo, petugas gabungan juga melakukan pemantauan dan penyelidikan yang sama di Kecamatan Krian, Tarik, Prambon dan Wonoayu.(kur)

Keterangan gambar: Petugas gabungan mengambil sampel dari unggas yang mati.(ist)

 

Recommended For You