Kediri(adakitanews.com)—Satpol PP Kota Kediri merazia sebuah aktivitas penambangan pasir di aliran sungai Brantas, Senin (21/9/2020). Petugas mengamankan beberapa alat yang digunakan para penambang untuk aktivitas tersebut. Padahal sebelumnya petugas telah memperingatkan para penambang agar menghentikan aktivitasnya.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid mengungkapkan razia tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Warga sekitar merasa terganggu dengan aktivitas tambang pasir di sekitar Jembatan Baru Alon-Alon Kota Kediri.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan adanya aktivitas tambang pasir tersebut,” ungkap Nur Khamid.

Sebelumnya petugas Satpol PP Kota Kediri telah memberi peringatan kepada para penambang. Selain merusak lingkungan, banyak warga yang merasa terganggu dengan suara diesel yang digunakan penambang untuk mengangkut pasir hasil tambangan.

“Kami telah lima kali beri peringatan kepada mereka. Mereka menggunakan diesel untuk mengangkut pasir hasil tambangan mereka,” ujarnya.

Nur Khamid mengatakan, adapun barang yang diamankan anggota Satpol PP Kota Kediri diantaranya 2 buah tomblog pasir. Selain itu juga diamankan barang 1 buah tomblog dan 1 buah skrop milik Hadi. Anggota juga nengamankan mengamankan 2 tomblog pasir milik Suyani.

“Barang tersebut kita amankan di Kantor Satpol PP Kota Kediri dengan tujuan agar pemilik datang ke kantor untuk kita lakukan pembinaan,” tegasnya.(Nu).