Kediri(adakitanews.com)—Pada masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, kampanye pasangan calon (Paslon) sangat diperhatikan. Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri bersama perwakilan Kelompok Kerja (Pokja) Dewan Pers mengadakan Media Gathering.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Bukit Daun, Kediri, Selasa malam (29/9/2020). Dalam acara tersebut, Dewan Pers mengingatkan penayangan berita mengenai kampanye Paslon, khususnya Paslon dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kediri 2020.

Perwakilan Pokja Dewan Pers, Banu menjelaskan, ada yang menarik dalam Pilbup Kediri tahun 2020, pasalnya hanya ada Paslon. Padahal, dalam beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya tidak boleh menyudutkan Paslon lainnya.

“Bagaimana dengan kotak kosong atau bahasa awamnya tong kosong? Yang jelas, dalam pemberitaan tentang Pilkada terlebih lagi mengenai Paslon, harus berimbang,” ujarnya.

“Jangan lupa dengan kode etik, ada beberapa pasal yang mengatur. Intinya, sebagai media harus memberikan informasi atau tetap dalam pemberitaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Nanang Qosim Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh media, di antaranya mengenai tenggat waktu penayangan.

Mengenai media, baik media massa cetak, elektronik, lembaga penyiaran publik atau lembaga penyiaran swasta, dan media dalam jaringan (daring), penayangan mengenai Paslon selama 14 hari.

Waktu ini terhitung mulai 22 November sampai 5 Desember 2020. “Kami dengan Dewan Pers dan tentunya dengan Bawaslu Kabupaten Kediri akan saling berkoordinasi. Apabila ada yang melanggar atau di luar jadwal penayangan, maka akan mendapat semprit dari Bawalu,” ujarnya.(oky).