Dari 2.036 APK, Lebih Dari 80 Persen Langgar Perda

Kediri(adakitanews.com)—Pascapenertiban Alat Peraga Kampanye (APK) pada tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kediri 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri mencatat sebagian besar APK melanggar Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) Kediri.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bawaslu Kabupaten Kediri, sebanyak 2.036 APK ditertibkan bersama Panwas dan Satpol PP Kabupaten Kediri. APK yang ditertibkan seperti model baliho, spanduk, umbul-umbul, dan Banner atau T-Banner.

“Berdasarkan hasil rekap yang dilakukan, ada 214 APK jenis baliho, 39 jenis spanduk, 210 jenis umbul-umbul, dan paling banyak adalah jenis Banner atau T-Banner yang mencapai 1.573,” ujar Anggota Bawaslu Kabupaten Kediri Divisi Penindakan Pelanggaran, Sukari, Jumat (9/10/2020).

Sementara itu, untuk jenis pelanggaran pada Peraturan KPU (PKPU) ada empat jenis yaitu dipasang di tempat ibadah, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, dan lembaga pendidikan.

Mengenai jumlah pelanggaran sesuai dengan PKPU, ada 45 APK yang dipasang di tempat ibadah karena masuk dalam halaman. Jumlah yang sama, 45 APK dinilai melanggar karena dipasang di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan.

Sedangkan APK yang dipasang di gedung milik pemerintah tercatat ada 23 APK dan 252 APK terpasang di lembaga pendidikan baik di gedung maupun sekolah.

Jumlah paling banyak mencapai 82 persen dari total jumlah pelanggaran, ternyata APK dinilai melanggar Perda atau Perbup. Dari 2.036 APK, tercatat ada 1.676 APK yang melanggar.(oky).

Recommended For You