Kediri(adakitanews.com)—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri meminta Partai Politik (Parpol) pengusung maupun tim kampanye lebih memperhatikan peraturan pemasangan alat peraga kampanye (APK).

Berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu baik melalui PPK maupun panitia pengawas Pemilu Kelurahan atau Desa (PKD), ada 2.036 APK yang diduga melanggar Peraturan KPU (PKPU) dan Peraturan Daerah (Perda).

“Sebelumnya, kami beserta jajaran Satpol PP menyisir sekaligus menertibkan sisa-sisa APK yang belum diturunkan oleh tim kampanye maupun Parpol Pengusung,” ujar Anggota Bawaslu Kabupaten Kediri Divisi Pengawasan Pelanggaran, Sukari, Kamis (15/10/2020).

Sedangkan di tingkat kecamatan, penertiban dilakukan serentak oleh masing-masing Panwascam dan berkoordinasi dengan Tantib serta PPK.

“Kami fokus di pelanggaran penempatan, termasuk menggunakan dasar PKPU Nomor 11 Tahun 2020 dan juga PerBup Nomor 42 Tahun 2017,” tuturnya.

Pelanggaran penempatan APK yang dimaksud antara lain dipaku di pohon, jalan protokol, tempat pendidikan tempat ibadah, gedung pemerintah dan layanan umum seperti rumah sakit dan puskesmas.

Perlu diketahui, untuk 2.036 APK tersebut, ada 1.418 hasil penetiban Bawaslu serta pihak Terkait yaitu PPK dan Satpol PP sebagai penegak Perda. “Sisa 618 APK, sudah diturunkan oleh Parpol pengusung atau tim kampanye sebelum penetiban,” ujarnya.

“Dalam kesempatan ini, saya berharap kepada teman-teman Parpol pengusung maupun tim kampanye, agar dalam pemasangan APK benar-benar memperhatikan regulasi yang ada yaitu PKPU 11 Tahun 2020 maupun Perbub Nomor 42 Tahun 2017,” pungkasnya.(oky).