Kediri(adakitanews.com)—Guru madrasah swasta di Kabupaten Kediri merasa resah belum keluarnya ijazah muridnya. Tidak saja guru, namun wali murid juga gelisah karena belum keluarnya ijazah seperti ijasah siswa Madrasah Negeri.

Informasi yang diperoleh, kekurangan ijazah untuk siswa madrasah se-Jawa Timur kurang lebih 20.000 lembar.

Kekurangan blangko ijazah ini juga menjadi kegelisahan Madrasah karena mendapatkan tekanan dari wali murid. Kepada orang tua siswa oleh guru dan Kepala Madrasah menyampaikan masih menunggu blanko ijazah dari Kementerian Agama RI. Dengan demikian, guru Madrasah meminta Kemenag Kabupaten Kediri memberikan solusi.

Nurrul Fuad Asrofi Kepala Madrasah Ar Rosyad Balong Ringinrejo mengaku mendapat tekanan dari orangtua siswa Madrasah yang tidak percaya akan kebonafitan madrasah.

Karena anaknya belum dapat ijazah dan orang tua juga menanyakan soal ijazah di negeri sudah diterima sedang anaknya di swasta belum.

“Karenanya kami mendesak agar blangko ijazah ini segera diterbitkan dan didistribusikan ke masing-masing Madrasah yang siswanya sudah tamat belajar. Karena selama ini ijazah sangat perlu untuk keberlanjutan sekolah anak. Kalau di kami ada yang sudah tercover dan kurang 1000 dari siswa di Kabupaten Kediri,” ujarnya, saat mengikuti aksi damai di depan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kediri, Kamis (5/11/2020).

Sementara itu, Ahmad Zuhri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri melalui Enim Hartono Kasi Pendididan Madrasah (Penma) Kankemenag Kabupaten Kediri membenarkan masih kurangnya ijazahnya siswa Madrasah di Kabupaten Kediri. Tidak saja di Kabupaten Kediri namun di Jawa Timur kurangnya 20.000.

“Ijazah siswa madrasah swasta memang kekuranganya secara nasional. Saat ini sedang komunikasi antara kasi kurikulum Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Timur dengan Kemenag RI. Karena permintaan ijasah ini melalui satu pintu dan dicetak oleh negara dan kami menunggu. Di ijasah ada security printing,” ujarnya.

Ditambahkan, jika akan digunakan untuk sekolah lanjutan untuk siswa harus menggunakan surat keterangan lulus sementara dari MI yang diketahui oleh pihak Madrasah hingga bisa digunakan untuk kepentingan sekolah.(Oky).