Polres Kediri Rilis Hasil Ungkap Selama Satu Tahun

Kediri(adakitanews.com)—Polres Kediri melakukan rilis ungkap kasus tindak pidana selama Januari hingga November 2020. Rilis yang dialakukan kemarin Jumat (3/12/2020), berlangsung di halaman belakang Polres Kediri.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono. Dari kasus yang diterima sebanyak 419 laporan tindak pidana. Jumlah kasus saat ini meningkat sebanyak 0,9 persen, jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Yakni sebanyak 385 kasus, dan yang diungkap sebanyak 274 kasus.
Sedangkan kasus yang paling banyak adalah tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat).

“Dari total kasus bulan Januari hingga November, sebanyak 419 kasus baik dari Polres dan jajaran polsek. Dan yang telah berhasil diungkap sebanyak 302 kasus,” ungkap Lukman.

Dipaparkan AKBP Lukman S.I.K, kasus tetinggi ada di curat sebanyak 44 kasus, dan yang telah diungkap sebanyak 39 perkara. Kasus ini terbilang menurun, jika dibandingkan pada 2019 lalu. yakni sebanyak 45 kasus yang diterima, dan yang diungkap 41 kasus.

Pada tahun 2020 ini, terdapat 3 kasus yang dianggap Lukman cukup menonjol. Diantaranya Satreskrim Polres Kediri berhasil meringkus 3 komplotan pencuri nasabah Bank di Pare. Ketiga orang tersebut berhasil mengambil uang milik Anis Nurhayati, 42, warga Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul sebanyak Rp 185 juta.

Selain mengambil uang milik Anis, pelaku juga melakukan tindakan kekerasan dengan memukulnya. Setelah emlakukan askinya itu, sore hari Polisi berhasil emngakap 3 pelaku saat akan pergi ke Bengkulu. “Ketiga pelaku telah melanggar pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman 12 tahun penjara,” jelasnya.

Selanjutnya adalah kasus penggelapan uang yang dilakukan kepala cabang Bank BTPN yang dilakukan oleh Vebby Rahma,39, bersama suaminya Budi Santoso, 46. Vebby mengaku nekat emngambil itu karena disuruh oleh suaminya. dan uang senilai Rp 200 juta yang berhasil diambil oleh Vebby digunakan Budi untuk judi online serta berfoya-foya.

Kasus terakhir yang cukup menghebohkan waga Kabupaten Kediri adalah kasus seorang peplajar yang nekat membuang bayinya di halaman belakang kemarin rabu (25/11/2020).

Pelaku adalah YGA, 15, warga Plemahan melakukannya dengan IRH, 19. “Saat ini yang ditahan adalah pelkau laki-lakinya karena melakukan persertubuhan pada anak dibawah umur. Sedangkan ibunya tidak ditahan, namun ia dikenakan wajib lapor,” jelasnya.

Selanjutnya kasus tertinggi yang ditangani oleh Satreskrim adalah kasus penggelapan. Dengan total sebanyak 100 kasus. Namun yang berhasil diungkap sebanyak 78 kasus saja.(gar).

Recommended For You