ADAKITANEWS, Blitar – Kementerian Hukum dan HAM memberikan remisi Hari Raya Natal kepada 9.333 narapidana beragama Katolik dan Protestan se-Indonesia. Dengan remisi ini, sebanyak 175 di antaranya akan langsung bebas. Sementara itu 9158 napi lainnya masih harus menjalani sisa pidana di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

Kepala Lapas Kelas II B Blitar, Rudi Sardjono mengatakan, tahun ini pihaknya telah mengusulkan 7 narapidana (napi) untuk medapatkan remisi natal. Dari 7 orang napi yang diusulkan, semuanya telah disetujui dan menerima remisi dengan waktu yang berbeda-beda.

“Pada Hari Raya Natal tahun ini kita mengusulkan sebanyak 7 napi. Pemerintah Pusat juga telah menyetujuinya. Jadi hari ini mereka terhitung sudah memulai masa remisinya,” kata Rudi saat dihubungi melalui telepon, Senin (25/12).

Rudi menjelaskan, dari ketujuh napi ini 6 diantaranya tejerat kasus narkoba, sedangkan 1 napi kasus pencurian.
2 diantara 7 orang napi ini mendapat waktu remisi selama 15 hari, sedangkan 5 napi lainnya selama 1 bulan. “Tentu remisi natal ini didapatkan bagi napi yang beragama nasrani saja sesuai dengan perayaan agama yang bersangkutan,” jelasnya.

Rudi menambahkan, 7 napi yang mendapatkan remisi ini sudah memenuhi kriteria, diantaranya berperilaku baik selama masa hukumannya. “Ya pastinya yang kita usulkan sudah sesuai dengan kriteria atau aturan yang yang ada,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Lapas Kelas II B Blitar.(foto : fathan)