2016-01-09_22.23.19ADAKITANEWS, Blitar – Banjir Lahar hujan terjadi di aliran sungai Lahar Kali Putih di Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, Jum’at (08/01). Akibatnya, 7 unit truk tambang pasir yang sedang beroperasi disekitarnya rusak parah, diterjang banjir lahar.

Seperti di ketahui kawasan Sungai Kali Putih merupakan kantong sisa material erupsi Gunung Kelud yang terjadi pada 14 Februari 2014 lalu, dan saat ini banyak didatangi beberapa penambang untuk mencari pasir dan batu.

Terkait peristiwa tersebut, Polres Blitar mendatangkan alat berat untuk mengevakuasi tujuh unit truk yang terseret dan tertimbun lahar dingin Gunung Kelud. Proses evakuasi pada Sabtu (9/1) menjadi tontonan warga. Polisi juga menutup lokasi penambangan pasir ilegal di kali Putih Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, dengan memasang police line di pintu masuk lokasi.

Pantauan tim adakitanews.com, proses evakuasi menjadi tontonan warga yang ingin melihat dari dekat. Petugas, terpaksa harus beberapa kali menghimbau kepada warga agar menjauh dari lokasi.

Sementara itu, dari tujuh truk yang sempat terseret dan tertimbun material gunung Kelud pada peristiwa yang terjadi Jumat (8/1), empat truk mengalami kerusakan ringan. Sedangkan tiga truk lainnya, mengalami kerusakan sangat parah.

Wakapolres Blitar, Kompol Totok Ismiyanto saat ditemui di lokasi, mengatakan, penutupan lokasi penambangan untuk waktu yang tidak terbatas. “Mulai saat ini, penambangan pasir di kali Putih kami tutup hingga waktu belum ditentukan. Karena penambangan pasir disini tidak berizin,” tegasnya.

Untuk mencegah truk pasir kembali masuk lokasi, di pintu masuk lokasi penambangan, petugas memasang police line.(wiro/jati)

Keterangan Gambar : Salah satu mobil penambang pasir yang terseret banjir lahar dingin Gunung Kelud