ADAKITANEWS, Blitar – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar akhir-akhir ini gencar melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat. Selain mulai membaur di kalangan masyarakat, sosialisasi ini juga dilakukan di dunia pendidikan. Hasilnya, hingga memasuki pertengahan bulan November 2017, ada 70 warga Kabupaten Blitar yang menyerahkan diri untuk direhabilitasi.

Kepala BNN Kabupaten Blitar, AKBP Agustianto mengatakan, hingga kini total yang direhabilitasi sebanyak 70 orang. Bahkan 18 diantaranya merupakan pelajar yang mayoritas masih duduk di bangku SMA, dan sisanya dari kalangan masyarakat yang menyerahkan diri. Menurutnya, jumlah itu kemungkinan akan bertambah karena masyarakat semakin terbuka dan berani melaporkan diri.

“Dari 70 itu, 18 merupakan pelajar dan sisanya orang umum dalam arti keluarganya peduli untuk melaporkannya. Bahkan seseorang kadang datang sendiri dengan mengajak orang yang dianggap dipercaya,” kata AKBP Agustianto, Kamis (09/11) siang.

AKBP Agustianto menjelaskan, pengguna narkoba yang direhabilitasi ini rata-rata menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. Untuk pelajar, mereka membelinya dengan iuran karena harga sabu-sabu sangat mahal.

“Karena mereka masih pemula, jadi masih bisa untuk disembuhkan,” paparnya.

Jika pengguna narkoba sudah parah terpaksa harus dikirim ke lembaga rehab dari BNN yang berada di Bogor. Namun untuk pelajar ini dirawat jalan dengan melibatkan guru, orang tua, dan wali kelasnya. Selain itu, pihak BNN juga terus mengawasinya.

“Kalau untuk masyarakat umum kita rehab di rumah sakit Lawang Malang, karena mereka tidak parah. Kecuali yang sudah parah dan merupakan pecandu harus direkom direhab ke balai besar,” tuturnya.

Kalau di Kabupaten Blitar, kata Agustianto, sebenarnya tidak parah seperti yang diduga. Jika dibandingkan dengan Surabaya, Malang, dan Madiun jauh sekali. Menurutnya di Kabupaten Blitar masih tahap belajar, artinya pengguna masih dalam tahap ikut-ikutan. Tapi kalau tidak dicegah pasti akan merambah, yang tadinya masih kecil sudah membesar.

“Kita sudah bekerjasama dengan Puskesmas Sutojayan, Rumah Sakit Anisa di Talun, dan Rumah Sakit Medika Utama di Kanigoro untuk merawat pengguna narkoba yang direhabilitasi,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: AKBP Agustianto, Kepala BNN Kabupaten Blitar.(foto : fathan