ADAKITANEWS, Kota Blitar – Jumlah penderita demam berdarah (DBD) di Kota Blitar hingga Oktober 2017 mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Harni Setijorini mengatakan, berdasarkan data sejak bulan Januari hingga akhir Oktober 2017 tercatat sedikitnya 79 pasien di Kota Blitar terjangkit DBD.

Meski masih tersisa 2 bulan lagi, namun jumlah itu diperkirakan akan mengalami penurunan yang cukup signifikan bila dibanding 2016 lalu yang menunjukkan penderita DBD mencapai 263 pasien. “Kita prediksi tahun ini jumlah penderita DBD mengalami penurunan cukup signifikan,” katanya, Kamis (16/11).

Harni menyebut, dari 79 penderita DBD hingga Oktober 2017, 2 pasien diantaranya meninggal dunia lantaran terlambat dalam mendapatkan penanganan kesehatan. Menurutnya ketika tiba di Rumah Sakit kondisinya sudah parah sehingga tak bisa tertolong.

“2 penderita DBD yang meninggal dunia kondisinya memang sudah parah. Dan ketika itu terlambat mendapatkan penanganan kesehatan,” jelasnya.

Lebih lanjut Harni menerangkan, bahwa melalui program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah, dinilai dapat menekan angka penyebaran nyamuk aedes aegypti, sehingga jumlah penderita DBD dapat terus ditekan.

“Hampir seluruh wilayah di Kota Blitar merupakan daerah endemis DBD, sehingga masyarakat kita minta untuk intensif memantau perkembangan jentik nyamuk di setiap rumah. Meski akan ada bantuan dari pemerintah baik berupa fogging maupun pemberian obat pembasmi jentik,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Harni Setijorini, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar.(dok. Tim Adakitanews.com)