Upaya penyelundupan narkoba jenis sabu melalui Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo kembali digagalkan. Nissa Rusmawati, 25, warga RT 1/RW 3 Dusun Jatian Kelurahan Dalem Pojok Kabupaten Jember, yang terbukti menyelundupkan sabu seberat 930 gram dan disimpan di dalam pegangan tas koper, kini sudah diamankan pihak kepolisian.

Nissa diamankan petugas Bea Cukai Bandara Juanda sesaat setelah turun dari pesawat Air Asia nomor penerbangan XT 322 tujuan Kuala Lumpur-Surabaya, Minggu (06/11) lalu.

Dalam rilisnya, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda, Mulyono mengatakan, pelaku diamankan setelah petugas mengetahui adanya benda mencurigakan tersembunyi di dalam pegangan tas koper yang dibawanya. “Petugas mencurigai salah satu penumpang pesawat Air Asia, seorang perempuan dari Kuala Lumpur sendirian dan membawa tiga koper pakaian yang berukuran cukup besar. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan mengunakan image X-ray, di tiga koper tersebut ada benda yang mencurigakan,” kata Mulyono kepada wartawan usai pers release, Rabu (16/11).

Benar saja, setelah dibongkar petugas mendapati adanya kristal putih yang kusam dibungkus dengan plastik di dalam ketiga pegangan tas tersebut.

“Selanjutnya kami lakukan uji narcotest terhadap kristal putih tersebut. Hasilnya positif methampethamine alias sabu dari tiga koper itu. Jumlah total seberat 930 gram, selanjutnya tersangka dan barang bukti kami serahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim,” imbuh Mulyono.

Dihadapan petugas, Nissa mengaku dijanjikan imbalan sebesar Rp 20 juta jika berhasil mengantar barang haram tersebut. Rencananya, saat tiba di bandara Juanda, Nissa akan dijemput oleh seseorang dari Madura bernama Dul.

Masih kata Mulyono, pelaku akan diserahkan ke Polda Jatim untuk proses pengembangan selanjutnya. Jika terbukti, Nissa akan diancam pasal 113 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan hukuman penjara 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.(kur)

Keterangan gambar: Pelaku dan barang bukti sabu saat rilis di KPPBC Juanda Surabaya.(kur)