Ada Tersangka Lain soal Kasus Pembunuhan Siswi SMK

ADAKITANEWS, Blitar – Meski Polres Blitar beberapa pekan lalu telah menetapkan Fajar Infantoro (FJ), 21, warga Desa Tepas Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar sebagai tersangka atas pembunuhan Fitriatul Janah, 19, siswi kelas XI SMK Pemuda 3 Kesamben Kabupaten Blitar, warga Dusun Sumbersari Desa Pagersari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, pihak kepolisian ternyata masih melakukan penyidikan atas kasus tersebut.

Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya mengatakan, setelah melakukan penyidikan secara mendalam penyidik Polres Blitar menyimpulkan bahwa pengakuan FJ tidak benar dan merupakan keterangan palsu.

Sebelumnya FJ menyatakan kepada penyidik bahwa dirinya merupakan pelaku pembunuhan terhadap Fitriatul Jannah. “Untuk mendukung kesimpulan tersebut, kami telah memeriksakan FJ kepada Psikiater, dan diperoleh hasil bahwa terdapat suatu keadaan psikologis pada diri FJ sehingga pernyataan yang diberikannya tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu FJ juga tidak bisa memahami dampak dan akibat dari pernyataan yang dikeluarkannya.
Oleh karena itu, penahanan terhadap FJ ditangguhkan dan dikenakan wajib lapor,” kata Kapolres dalam pesan singkat, Senin (17/04) malam.

Di sisi lain, lanjut AKBP Slamet, penyidik juga terus mengembangkan kasus ini hingga akhirnya bisa menangkap IM, 17, seorang pelajar asal Talun Kabupaten Blitar pada Rabu (12/04) lalu di rumahnya.

Penyidik juga berhasil menyita barang bukti berupa barang-barang milik korban di rumah IM. Dalam keterangannya IM mengaku membunuh korban di Kali Abab Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar pada hari Selasa (28/03). IM juga mengaku nekat membunuh korban lantaran kesal didesak oleh korban untuk bertanggung jawab karena korban dalam kondisi hamil 5 bulan.

“Awal mula kejadian ini, ketika hari Selasa pagi, IM menjemput korban berjalan-jalan. Kemudian pada siang harinya dia membunuh korban serta membawa barang-barang milik korban,” jelasnya.

AKBP Slamet menambahkan, saat ini tersangka IM telah ditahan untuk proses penyidikan. Sementara saat ditanya ditanya hubungan FJ dengan IM, Kapolres menyatakan, keduanya merupakan pacar dari korban. “Berdasarkan pemeriksaan oleh psikiater, FJ mengakui telah membunuh karena takut apabila tes DNA terkait janin yang dikandung korban, menyatakan hasil hubungannya dengan korban. Dengan kata lain, saat ini FJ bisa terkait ataupun bisa tidak, sementara masih terus kita dalami,” imbuhnya.

Keterangan gambar: AKBP Slamet Waloya, Kapolres Blitar.(foto : fathan)

Recommended For You