width=

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Tak puas dengan penghasilannya membuka warung kopi di Desa Wonomelati Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Aldy Irawan, 21, nekat sambilan menjual pil koplo.

Awalnya warga Desa Grabagan Kecamatan Tulangan ini mengaku tidak ada niatan untuk menjual pil koplo. “Karena warung kopi sepi gak ada pemasukan. Ada teman yang juga buka warung kopi di Krian nawari jual pil koplo. Saya sempat ragu. Tapi karena sedang butuh penghasilan akhirnya saya nekat,” jelasnya, Jumat (28/04).

Aldy mengaku mendapat pasokan secara rutin dari temannya yang berinisial H, dan dijatah 300 butir setiap minggunya. Untuk sepuluh butir pil koplo, Aldy mengaku mendapatkan harga Rp 10 ribu, lalu dijual kembali dengan harga Rp 15 ribu.

Menurutnya, strategi itu cukup berhasil. Warungnya semakin ramai dan banyak remaja yang datang. Rata-rata pelanggannya masih duduk di bangku sekolah.

Kapolsek Krembung, AKP Saadun mengatakan, pengungkapan itu bermula dari hasil razia lalu lintas di Desa Mlaten, Krembung, Selasa (25/04) malan. Dalam operasi cipta kondisi itu pihaknya menemukan seorang pemuda berinisial A yang membawa sepuluh butir pil koplo, dan disimpan di dalam saku jaket.

AKP Saadun menambahkan, petugas kemudian meminta A menunjukkan lokasi penjual pil koplo itu. Sebab, menurut undang-undang (UU) kesehatan, hanya penjual pil koplo yang bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan keterangan yang diberikan A, petugas akhirnya meringkus Aldy keesokan harinya. “Warung kopinya kami gerebek,” katanya.

Saadun menjelaskan, sejumlah barang bukti ditemukan dalam penangkapan itu. Mulai dari puluhan butir pil koplo sampai uang hasil penjualan. “Modusnya menawarkan pil koplo kepada pelanggan,” ujarnya.(sid2)

Keterangan gambar : Pelaku Aldy saat diamankan petugas.(foto : mus purmadani)