ADAKITANEWS, Kota Kediri – Program pemilahan sampah yang selama ini telah berjalan di Kota Kediri ternyata masih dianggap kurang efektif dan terkesan sia-sia oleh sebagian besar masyarakat. Pasalnya, sampah yang harusnya dipilah sejak awal, nyatanya tetap dijadikan satu, bertumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

=========

Sampah yang menggunung dan tercampur menjadi satu, serta bau yang menyengat menjadi pemandangan sehari-hari di TPA Kota Kediri, tepatnya di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Tidak banyak yang berubah dari proses penimbunan sampah maupun pengolahannya di TPA yang sudah beroperasi kurang lebih 25 tahun ini.

Dari pantauan Tim Adakitanews.com di lokasi, selama ini yang sibuk memilah sampah adalah para pemulung. Ada sekitar puluhan pemulung sibuk mengais tumpukan sampah pagi itu. Yang rata-rata sudah bertahun-tahun mencari rezeki dari sisa-sisa sampah tersebut.

Proses pembuangan sampah saat truk sampah tiba dan masuk ke TPA Pojok juga masih seperti tahun-tahun lalu. Yakni sampah yang masuk ke bak truk, masih tetap dicampur menjadi satu. Padahal dari tempat asalnya, yakni di sebagian titik jalan di Kota Kediri, telah tersedia beberapa tong sampah guna memisahkan sampah menurut jenisnya.

Kusmani, 48, warga Kelurahan Pojok yang hampir 15 tahun bermata pencaharian sebagai pemulung di TPA Pojok Kota Kediri mengakui jika sampah yang dibuang dari truk pengangkut sampah ke TPA ini selalu dalam keadaan tercampur dan hanya diratakan dengan alat berat saja. Diantaranya sampah dari bahan-bahan berbahaya yakni beling, paku, potongan besi dan lainnya.

Tak jarang, saat memungut sampah yang baru diturunkan dari truk pengangkut, Kusmani kerap terkena pecahan kaca maupun paku. “Kalau untuk sampah limbah dari rumah sakit sudah tidak ada. Kalaupun ada, itu juga dari rumah tangga. Paling-paling ya botol infus. Saya pernah tertusuk beling dan paku saat berebut memungut sampah dengan sesama pemulung, Akibat kurang hati-hati,” katanya, Minggu (22/01).

Hal serupa juga pernah dialami Siti, 40, yang mengatakan saat datang truk pengangkut sampah, semua pemulung akan langsung berebut memilah sampah. “Namanya cari rejeki. Kalau kita gak hati-hati, ya kadang bisa kena pecahan beling atau paku,” ujarnya.

Suasana berebut para pemulung itu juga menjadi hal biasa yang terjadi setiap hari. Pasalnya, jika tidak segera dipilah oleh mereka (pemulung,red), sampah-sampah itu akan langsung diratakan oleh alat berat. “Sampah yang sudah tidak bisa diolah atau diambil oleh pemulung biasanya langsung diratakan oleh alat berat,” sambung Suherman, 36, pemulung lain.

Proses pengolahan sampah yang tidak berubah selama bertahun-tahun inilah yang membuat banyak warga di Kota Kediri mengeluh dan menganggap pemilahan sampah itu sia-sia. Program yang selama ini berjalan tersebut pun dirasa kurang efektif dan terkesan kurang maksimal. Sampah yang seharusnya sudah dipilah berdasarkan jenisnya, akan tetapi kenyataanya saat proses pengangkutan maupun pembuangan di TPA masih tetap dijadikan satu tanpa pernah ada perubahanya.(kdr5)

Keterangan gambar : TPA di Kelurahan Pojok Kota Kediri.(foto: Dwipa)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/01/220117-kdr5-kediri-tpa-2-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/01/220117-kdr5-kediri-tpa-2-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,kediri,pemulung,sampah,tpa
ADAKITANEWS, Kota Kediri – Program pemilahan sampah yang selama ini telah berjalan di Kota Kediri ternyata masih dianggap kurang efektif dan terkesan sia-sia oleh sebagian besar masyarakat. Pasalnya, sampah yang harusnya dipilah sejak awal, nyatanya tetap dijadikan satu, bertumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). ========= Sampah yang menggunung dan tercampur menjadi...