ADAKITANEWS, Kota Kediri – Sebanyak seribu lebih penari jaranan atau yang juga dikenal dengan penari kuda lumping, menghibur warga Kota Kediri di hari terakhir Bulan Suro dalam penanggalan Jawa, Jumat (20/10) malam.

Acara yang digelar di Stadion Brawijaya dalam rangka Grebeg Suro 2017 tersebut, lebih dari seribu seniman jaranan menampilkan sebuah tari kolosal dengan lakon Songgolangit Patemboyo, yakni sebuah cerita yang merupakan awal mula adanya kesenian jaranan dan reog.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya mengatakan, pagelaran Tari Kolosal 1.000 Jaranan yang digelar malam itu adalah untuk menghibur seluruh masyarakat di Kota Kediri. “Menyajikan kesenian jaranan dengan seribu kepang, yang dipadukan dengan sejarah di Kota Kediri. Ini adalah sebuah cara untuk melestarikan kebudayaan,” ujarnya.

Walikota yang akrab disapa Mas Abu tersebut juga mengatakan, dengan melihat tingginya antusiasme masyarakat yang datang menyaksikan pagelaran Tari Kolosal 1.000 Jaranan malam itu, diharapkan bisa menjadi hiburan tersendiri bagi seluruh masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya.

Acara yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB tersebut, dibuka dengan Mas Abu yang mencoba membunyikan pecut di tengah lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan aksi puluhan pemecut, diiringi doa agar tidak ada bala atau kesulitan yang datang ke Kota Kediri dari arah manapun.

Masyarakat kemudian dihibur dengan keluarnya beberapa penari cantik, salah satunya memerankan tokoh Dewi Songgolangit, putri asal Kerajaan Kediri yang membuat sayembara bahwa siapa saja yang bisa menghadirkan tontonan menarik dan belum pernah ada sebelumnya. Serta membawa seekor hewan berkepala dua.(adv/hms/kur)

Keterangan gambar: Tari Kolosal 1.000 Jaranan.(foto: kurniawan)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/201017-kur-kediri-jaranan-2-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/201017-kur-kediri-jaranan-2-150x150.jpgREDAKSIAdvertorialadakitanews,Berita,jaranan,kediri,pemkot kediri,songgolangit patemboyo,tari kolosal seribu jaranan
ADAKITANEWS, Kota Kediri – Sebanyak seribu lebih penari jaranan atau yang juga dikenal dengan penari kuda lumping, menghibur warga Kota Kediri di hari terakhir Bulan Suro dalam penanggalan Jawa, Jumat (20/10) malam. Acara yang digelar di Stadion Brawijaya dalam rangka Grebeg Suro 2017 tersebut, lebih dari seribu seniman jaranan menampilkan...