ADAKITANEWS, Nganjuk – Akhir-akhir ini masyarakat digemparkan dengan maraknya pemberitaan terkait berbagai motif kekerasan seksual pada anak. Sayangnya hingga saat ini, dinilai masih banyak pihak yang kurang bijaksana dalam menanggapi segala permasalahan yang berhubungan dengan anak.

Trisna Eka Setiawati, salah satu aktivis peduli anak di Kabupaten Nganjuk memberikan tanggapannya terkait masalah yang kerap dialami anak. Pihaknya sangat khawatir karena derita anak yang menjadi obyek pelecehan akan berlipat. Misalnya dari segi mental, kemudian perlakuan keluarga, dan tidak jarang hak anak akhirnya terenggut lantaran terpaksa dikeluarkan dari sekolah.

“Anak dalam masalah ini merupakan obyek yang sangat dirugikan sehingga perlu benar-benar kita lindungi. Korban kekerasan maupun pelecehan seksual dari kalangan anak tentunya akan menderita dari segi psikologisnya. Belum lagi adanya perlakuan dari pihak keluarga yang kerap berubah terhadap korban. Parahnya, korban yang mengalami kehamilan dan justru menjadi korban kekerasan seksual bukan malah dilindungi haknya, tetapi malah direnggut. Misalnya dengan mengeluarkan siswa tersebut dari sekolah,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya meminta peran aktif para orang tua terutama dalam memberikan pengarahan terhadap anak terkait masalah bagian-bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Namun faktanya tidak jarang justru anggota keluarga yang melakukan tindak kekerasan seksual terhadap anak mereka sendiri. “Jika pelaku pelecehan anggota keluarga, maka kita harus terjun secara bersama-sama untuk melindungi sang anak,” imbuhnya.

Lebih lanjut Trisna menambahkan, selain memberikan pemahaman terhadap anak-anak, orang dewasapun juga dituntut memiliki sikap bijak. Jika memang ada anak-anak berperilaku nakal mencoba menggoda, maka sebaiknya orang dewasa tidak terpengaruh karena ujung-ujungnya orang dewasa yang bisa terjerat hukum.(Jati)

Keterangan gambar: Trisna Eka Setiawati, relawan anak dari Nganjuk.