Aktivis Keluarkan Petisi Menentang Kekerasan Seksual Pada Anak

ADAKITANEWS2015-10-14_12.59.35, Kediri – Sebanyak 130 aktivis Pusat Pengembangan Anak (PPA), bersama Lembaga Perlindungan Anak(LPA) Kediri melakukan aksi di Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Rabu(14/10). Dalam aksinya, para aktivis mengeluaran petisi menolak segala bentuk kekerasan pada anak.

Aksi2015-10-14_13.00.07 yang dilakukan mulai pukul 08.00 WIB tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada seluruh eleman masyarakat tentang pentingnya edukasi pada anak usia pertumbuhan. “Aksi kami(Peduli Anak-red) adalah sebuah seruan kepada masyarakat khususnya orang tua untuk memberikan ruang belajar yang mewadai,” ungkap Koordinator Lapangan(korlap) dalam aksi, David Priyono.

David Priyono mengatakan, orang tua yang baik dan berpendidikan seharusnya tidak membatisi anak untuk berekpresi dalam menentukan cita-citanya dan menekuni hobi. Karena, menekan anak dalam masa pertumbuhan akan berdampak pada sempitnya ruang belajar dan berfikir sang anak. Sehingga, ruang kreasinya secara tidak langsung disabotase oleh orang tua. “Biarlah mereka(anak-anak-red) berekprsi demi masa depan pilihannya,” jelasnya.

Diantara bentuk kekerasan yang selama ini banyak menimpa anak di Kediri, kata David adalah kasus persetubuhan dibawah umur yang dilakukan pihak keluarga maupun orang luar. Bentuk kekerasan lain yang juga menimpa adalah pemukulan dan pembatasa ruang belajar anak-anak.

Sementara Heri Nurdiyanto selaku Koordinator Devisi Pendampingan Lembaga Perlindungan Anak(LPA) Kabupaten Kediri, menyatakan kesiapannya dalam mengawal para masyarakat maupun kelompok-kelompok tertentu yang masih memiliki  kepedulian terhadap pentingnya pendidikan dunia anak-anak dimasa pertumbuhan.

“Kami siap menfasilitasi semua kelompok-kelompok yang masih memiliki rasa kepedulian terhadap anak-anak jikalau mau mengadakan seminar-semirar terkait pentingnya pendidikan anak,” jelasnya.

Diakuinya, selama ini LPA sudah menjalin Memorandum of Understanding(MoU) dengan beberapa instansi yang memiliki kepedulian pada anak khususnya PPA. Karena dengan bekerjasama dengan berbagai pihak, dirinya menyakini kekerasan pada anak akan semakin berkurang. Lambat laun kekerasan pada anak akan semakin berkurang, dengan memberikan penyuluhan dan melaksakan seminar-seminar diberbagai wilayah adalah satu bentuk gagasan apik untuk memberikan pemahaman pada orang tua dan keluarga.

“Dengan penyuluhan dan seminar pentingnya pendidikan anak kepada orang tua dan keluarga kami yakin kekerasan pada anak berangsur turun,” tutup Heri Nurdiyanto.(Blot)

Recommended For You