AdaKitaNews Hukum Kriminal Alas Kaki Tertinggal, Pencuri Kotak Amal Masjid Dibekuk Petugas

Alas Kaki Tertinggal, Pencuri Kotak Amal Masjid Dibekuk Petugas

2016-02-02_19.10.17ADAKITANEWS, Madiun – Sebanyak 3 pelaku pencurian kotak amal di Masjid Al Huda masuk Desa Bukur, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, akhirnya dibekuk petugas Sat Reskrim Polsek Jiwan, Minggu (31/1). Petugas berhasil menangkap ketiganya setelah beberapa alat yang mereka gunakan tertinggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, ketiga pelaku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Mereka bernama AS, 15, EK,15, keduanya warga Kecamatan Taman, Kota Madiun dan Muhammad M,19, warga Desa Bantengan, Kecamatan Dungus, Kabupaten Madiun. AS dan EK pelajar salah satu SMP di Kota Madiun, begitu juga Muhammad pelajar kelas 9 SMP swasta di Kota Madiun.

Ketiganya melancarkan aksinya pada Sabtu (30/01) dini hari. Namun, salah seorang warga dekat masjid mengetahui aksi dua bocah membongkar kotak amal. Keduanya sempat tertangkap, kemudian meronta dan meloloskan diri dengan menaiki sepeda motor yang dibawa oleh temannya di depan masjid.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Babinsa dan Babinkabtimas desa setempat dan diteruskan ke Polsek Jiwan. Petugas langsung mengamankan sejumlah BB dan meminta keterangan beberapa orang saksi.

Kasubag Humas Polres Madiun Kota AKP Ida Royani menjelaskan, petugas mengembangkan beberapa alat bukti yang tertinggal di halaman masjid. Diantaranya, alat pahat, sandal, dan ponsel dari salah satu pelaku. Beberapa alat bukti ini memudahkan petugas melacak keberadaan pelaku.

“Baik AS dan EK pernah terkena kasus kriminal, sehingga kasus sekarang tidak masuk klasifikasi diversi. Sebab, diversi hanya bisa diberikan sekali, karena dibawah umur pelaku tidak ditampilkan dalam rilis ini. Tapi, kasusnya berlanjut,” ujar AKP Ida Royani, Selasa (02/02).

Dalam pemeriksaan, AKP Ida Royani menjelaskan, sebelum beraksi ketiga pelaku sempat pesta minuman keras (miras), lalu berputar-putar mencari sasaran dengan membawa alat pahat yang sudah disiapkan. Begitu menemukan sasaran, dua orang yaitu AS dan EK turun dari motor, sedang Muhammad tetap menaiki motor serta berjaga-jaga sembari mengamati situasi. Kedua pelaku memasuki teras masjid tempat kotak amal berada. “Dengan alat pahat pelaku bisa membawa kabur semua uang yang berada di dalam kotak amal,” jelasnya

Ketika tertangkap, pelaku masih menyisakan uang Rp 75 ribu dan Rp 45 ribu, disusul Rp 50 ribu dipakai untuk makan-makan. Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara, ketiganya masih menjalani pemeriksaan di Polsek Jiwan. “Kami masih dalami kemungkinan pelaku beraksi di lokasi lain,” ujar AKP Ida Royani.(UK)

Keterangan Gambar : Pelaku dan beberapa alat bukti waktu gelar di Polres Kota Madiun