Alasan Kalah Bersaing, Gula PG. Lestari Menumpuk Di Gudang

Kalah bersaing dengan gula impor 1Kalah bersaing dengan gula impor 3Kalah bersaing dengan gula impor 5Kalah bersaing dengan gula impor

ADAKITANEWS Nganjuk – Gula produksi Pabrik Gula (PG) Lestari, Kabupaten Nganjuk menumpuk digudang sejak 2012 lalu. Pihak PG beralasan, menumpuknya gula milik petani tersebut akibat kalah bersaing dengan gula impor.

Jumlah gula itu mencapai 40 ribu ton yang menumpuk di tujuh gudang milik PG. Karena tidak mencukupi, pihak PG terpaksa menyewa gudang untuk menampung sebagian gula tersebut.

General Manager PG Lestari, Sukanto Partowijoyo menjelaskan, penumpukan stok gula tersebut terjadi karena sejak tahun 2012 hingga saat ini PG mengalami kesulitan dalam menjual gula hasil produksinya.

“Pasar saat ini sudah dikuasai oleh gula impor dari luar negeri. Akibatnya selama tiga tahun menjalani musim giling, Perusahaan hanya bisa menumpuk gula hasil produksinya di dalam gudang,” jelasnya.

Tak hanya itu saja, masuknya gula impor juga membuat harga gula di dalam negeri anjlok jauh dibawah hpp (harga pokok pemerintah) yang sudah ditetapkan pemerintah.Saat ini, pemerintah menetapkan HPP Gula Rp 8500 per-kilogram, namun prakteknya, harga gula di pasaran kini anjlok mencapai Rp 7500 per-kilogram.

Sukanto menjelaskan, secara nasional total kebutuhan gula masyarakat indonesia adalah 3,6 juta ton per tahun.  Sementara jumlah gula yang mampu disediakan 58 pabrik gula milik pemerintah selama ini adalah 2,4 juta ton.  Dari jumlah tersebut masih terjadi kekurangan gula secara nasional 1,2 juta ton, Jumlah inilah yang seharusnya di impor oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri.

“Kenyataannya pemerintah justru mengimpor gula dengan jumlah lebih dari 2,5 juta ton sehingga stok gula di pasaran menumpuk dan PG kesulitan menjual gula hasil produksinya,” lanjut Sukanto.

Selain stok produksi tahun 2014 masih belum laku di gudang,  kelebihan produksi tahun 2012 dan tahun 2013, sebanyak 7,9 ton juga masih disimpan di gudang.

Sukanto berharap pemerintah melindungi petani tebu dan seluruh perusahaan gula yang ada dengan meninjau ulang kebijakan mengimpor gula dalam jumlah melebihi kebutuhan nasional. (Jati).

Recommended For You