ADAKITANEWS, Kediri – Mohammad Safrizal, 12, siswa kelas 6 SD, warga Desa Petok Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri yang tenggelam di Sungai Brantas akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Bendungan Waru Turi Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, Kamis (04/05) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolsek Mojo, AKP Shokib Dimyati mengatakan, korban ditemukan oleh satpam penjaga Bendungan Waruturi. “Korban sudah dibawa pulang oleh petugas, dan pukul 09.00 WIB korban sudah dimakamkan di pemakaman umum desa setempat,” ujarnya.

Sebelumnya, korban Mohammad Safrizal tenggelam di aliran Sungai Brantas di Timur Pondok Pesantren Batoan Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, Selasa (02/05) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu korban beserta 7 temannya sedang mandi di pinggir sungai. Namun lantaran terlalu ke tengah, tiba-tiba korban terseret arus dan hilang.

Isak tangis keluarga mewarnai proses pemakaman. Pasalnya selama ini, korban dikenal sebagai anak yang pintar serta menurut pada kedua orang tuanya. “Kami dari keluarga mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan doa dan usahanya mencari keponakan saya, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua,” cakap Supriyanto, paman korban.(udn)

Keterangan gambar : Proses doa setelah pemakan Mohammad Safrizal.(ist)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170504-WA0003-576x1024.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170504-WA0003-150x150.jpgREDAKSIDaerahUncategorizedadakitanews,anak tenggelam,Berita,kediri,polsek mojo,sungai brantas
ADAKITANEWS, Kediri - Mohammad Safrizal, 12, siswa kelas 6 SD, warga Desa Petok Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri yang tenggelam di Sungai Brantas akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Bendungan Waru Turi Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, Kamis (04/05) sekitar pukul 01.00 WIB. Kapolsek Mojo, AKP Shokib Dimyati mengatakan, korban ditemukan...