2016-03-03_19.27.05ADAKITANEWS, Madiun – Bulog dianggap lamban dalam melakukan tugasnya terjun langsung membeli gabah pada para petani. Sehingga, pembelian gabah ditingkat petani masih dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Untuk itu, Menteri Pertanian (Mentan) memerintahkan Bulog untuk membuat perjanjian dengan kepala daerah untuk membeli gabah langsung dari petani.

“Selama beberapa hari terakhir saya keliling dari Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, ternyata pembelian gabah di tingkat petani masih di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah) gabah,” kata Amran Sulaiman Menteri Pertanian dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Pengamanan Harga Gabah Anjlok Saat Panen Raya Di Sentra Produksi Korem 081 Dhirot Saha Jaya (DSJ) Madiun” ujarnya, Kamis (03/03)

Kondisi itu membuat Mentan memerintahkan kepada Wahyu Direktur Pemasaran Bulog guna melakukan perjanjian pembelian dengan para kepada daerah. Pasalnya, Mentan juga dibuat jengkel dengan Bulog yang tidak kunjung melakukan aksi dengan membeli gabah kepada petani. Mentan juga masih menemui harga gabah dibawah 3.500 rupiah.

“Hari ini saya minta Bulog membuat perjanjian dengan para kepala daerah, siap membeli gabah petani. Karena tadi saya juga mendapat laporan dari para kepala daerah se Korem ini, harga masih dibawah HPP,” ujarnya.

Sesuai Inpres 17 Maret 2015 lalu, harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) dengan kadar maksimum air 25% dan hampa maksimum 10% Rp 3.700 per kg di petani atau Rp 3.750 per kg di penggilingan. Lalu, Gabah Kering Giling (GKG) kualitas kadar air minimum 14% dan kotoran 3% Rp 4.600 per kg di penggilingan atau Rp 4.650 per kg di gudang Bulog.

Sedangkan, untuk pembelian beras kualitas kadar air maksimum 14%, butir patah maksimum 20%, kadar menir 2% dan derajat sosoh minimum 95% Rp 7.300 per kg di gudang Bulog. “Saya tidak ingin, berlama-lama, segera lakukan pembelian dengan jalin kerjasama pemerintah setempat hingga mereka pemilik gudang dan pengeringan,” ujar Mentan serius.

Amran Sulaiman menjelaskan, untuk daerah Jatim dan Jateng pihaknya menargetkan dalam satu tahun bisa menyerap 1 Juta ton gabah. Pembelian ini, tambahnya, juga akan dikawal langsung oleh anggota TNI. “Pembelian gabah itu dikawal anggota Babinsa dengan melibatkan Dinas Pertanian atau lainnya. Soal target awal serapan pembelian, cukup 1 juta ton dulu untuk Jateng dan Jatim,” ujarnya

Menanggapi hal itu, Direktur Pemasaran Bulog Wahyu megakui pihaknya sempat alami kerepotan dalam melakukan pembelian gabah itu. “Saya akui Pak Menteri, kami (Bulog-red) seperti terbirit-birit dalam menerima tugas membeli gabah langsung ke petani. Sebab, kami sebelumnya terbiasa membeli beras, jadi bukan membeli gabah,” ujarnya.

Ia juga menyatakan siap melakukan pembelian sesuai HPP, langsung diminta seluruh jajaran Bulog hingga tingkat Divre agar segera melakukan pembelian. “Saya juga sampaikan terima kasih kepada para kepala daerah ada memiliki gudang hingga pengeringan, saya janji sewa gudang itu untuk menampung gabah,” ujar Wahyu

Menurutnya tindak lanjut segera dilakukan jajaran Bulog dalam mendukung langkah pemerintah mengangkat harga gabah anjlok di saat panen raya. “Saya janji Pak Menteri, setelah ini, kami perintahkan jajaran Bulog melakukan aksi menyewa gudang dan pengering gabah. Secepatnya, Pak Menteri,” ujar Wahyu.

Perjanjian pembelian gabah langsung ini tidak hanya berlaku di Jawa Timur saja, melainkan di seluruh Indonesia Bulog harus membeli langsung gabah dari petani.(UK/zay)

Keterangan Gambar : Usai perjanjian penandatanganan pembelian gabah langsung ke petani oleh para kepala daerah, Mentan Amran Sulaiman menyerahkan kepada Direktur Pemasaran Bulog Wahyu.