Anggap Pemkab Lambat, Wartawan dan Anggota DPRD Evakuasi Nenek dari Kandang Sapi

Mbah Menik 1ADAKITANEWS Nganjuk – Tidak tahan dengan penderitaan yang dialami oleh Menik,70, warga Desa Blongko Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, Maria Tunda Dewi Beserta Wartawan PWI Kediri dan terpaksa melakukan evakuasi sendiri, Selasa (12/1). Maria menganggap, Pemkab Nganjuk melalui dinas terkait lamban dalam penanganan nenek sebatangkara ini  yang segera butuh perawatan setelah sekitar 10 tahun hidup di kandang sapi.

Proses evakuasi nenek yang akrab disapa Mbah Menik berlangsung dramatis. Warga yang ada di sekitar lokasi tidak tega melihat kondisi Mbah Menik yang kemudian memandikannya. Maria bersama Wartawan yang tergabung dalam PWI Kediri yang melihat ke lokasi terlihat membantu memandikan, memotong rambut serta kuku Mbah Menik. “Alasannya karena kemanusiaan. Mbah Menik harus segera diberi perawatan,” ujar Maria

Maria mengatakan, Mbah Menik akan dikirim ke RSUD Nganjuk untuk dirawat terlebih dahulu. Setelah kondisinya membaik, segera Mbah Menik akan dibawa ke sebuah panti jompo di wilayah Kabupaten Jombang. “Sementara dibawa ke RSUD Nganjuk dulu. Kondisinya biar lebih sehat. Baru nanti dibawa ke panti jompo di Jombang,” imbuhnya.

Langkah yang dilakukan oleh Maria didasari lantaran tidak ada upaya dari Pemkab Nganjuk, khususnya dinas terkait untuk membantu warganya. Meski Mbah Menik tidak lagi memiliki identitas, Maria mengatakan seharusnya pemerintah tanggap dan mencarikan solusi.

Di sisi lain menurut Muji Hartono, Salah satu anggota PWI Kediri saat dikonfirmasi mengatakan “Awalnya saat pertama kali liputan merasa sangat perihatin karena saat itu kondisi Mbah Menik sangat memperihatinkan. Dia tidur beralaskan tikar yang kumuh dan lebih parahnya lagi sudah di kerubuti semut.” ujar wartawan salah satu media harian yang bertugas di Nganjuk ini.Mbah menik 2

Kondisi Mbah Menik sudah agak membaik ketimbang kondisinya sebelumnya “Sebelumnya dari salah satu Yayasan Khodimatul Ummah telah mendapat batuan berupa perbaikan tempat tinggal sementara Mbah Menik dan juga melakukan perawatan ala kadarnya kepada Mbah Menik” Tutur Muji.

Ditambahkan oleh Agus Suprianto salah satu wartawan TV Nasional mengatakan, “Langkah melakukan evakuasi ini pertama muncul saat dirinya memasang foto DP Mbah Menik di media sosial dan dilihat oleh salah satu anggota dewan yang kebetulan berteman dengannya. Lantas dilihat oleh Maria Anggota DPRD Nganjuk.  Karena sama – sama prihatin, keduanya bersepakat mengajak anggota DPRD tersebut melakukan evakuasi” jlentreh Agus.

Menurut Agus sikap ini harus diambil. “Karena saat itu mencoba melakukan konfirmasi kepada dinas terkait namun belum mendapat kepastian yang jelas terhadap nasib Mbah Menik. Keprihatinan itu muncul saat dirinya melakukan peliputan tentang kondisi Mbah Menik.”ungkapnya.

Kepala Desa Blongko Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Gunawan mengaku, Mbah Menik sebenarnya pernah mendapatkan beberapa bantuan. Salah satunya dari warga yang diambilkan dari dana sukarela. Dari pihak Pemkab, Mbah Menik juga pernah diberi bantuan berupa bahan makanan serta uang.

Akan tetapi, lantaran kondisi Mbah Menik yang sudah tidak bisa melakukan aktivitas, bantuan yang seharusnya diberikan adalah sebuah perawatan di panti jompo. “Dulu pernah ada bantuan. Tapi Mbah Menik tidak bisa apa-apa. Kalau dibantu sembako pasti tidak bisa dimasak,” ujarnya.

Tidak adanya respon dari pemkab membuat Maria beserta Wartawan PWI Kediri terpaksa melakukan evakuasi sendiri. Dibantu dengan beberapa wartawan Nganjuk, Mbah Menik akhirnya dibawa ke RSUD Nganjuk. Itupun setelah meminjam ambulan di Puskesmas tanpa disertai sopir dan disopiri salah satu wartawan.

Mbah Menik diketahui merupakan warga asli di Desa Blongko. Namun, setelah suaminya meninggal dan seluruh harta bendanya ludes, Mbah Menik terpaksa tinggal berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lain. Hingga akhirnya Mbah Menik tinggal di sebuah kandang sapi tanpa bisa melakukan aktivitas apapun. (Jati)

Keterangan Gambar : Mbah Menik, nenek renta sebatangkara yang dievakuasi wartawan dan DPRD ke RSUD Nganjuk

Recommended For You