ADAKITANEWS, Tulungagung – Sebanyak 313 anggota polisi dari Polres Tulungagung dan jajarannya, yang izin menggunakan senjata apinya akan memasuki masa kedaluwarsa pada akhir September ini, mengikuti psikotes untuk mendapatkan surat izin menggunakan senpi yang baru. Ujian tersebut, digelar di GOR Lembupeteng Tulungagung, Rabu (27/09).

Tak semua polisi bisa diberikan senjata api (senpi) saat menjalankan tugas. Izin tersebut baru diberikan, dengan melihat kondisi kejiwaan dan keluarga dari tiap personel. Jika secara emosional kondisinya labil, maka senpi akan disita. Selain itu, secara berkala seluruh senjata api juga akan dikumpulkan di bagian Propam untuk diperiksa.

“Izin menggunakan senjata api dikeluarkan setahun sekali. Tiap tahun personel yang bawa senpi harus perbaharui izin,” ujar Kepala Bagian Sumberdaya Polres Tulungagung, Kompol Sudarmono.

Lanjut Kompol Sudarmono, untuk memperoleh izin menggunakan senpi, seorang anggota polisi harus memenuhi persyaratan, salah satunya adalah lolos dalam psikotes. Tes psikologi ini langsung ditangani Biro Sumber Daya Manusia Polda Jawa Timur.

“Biro SDM Polda Jatim, setiap tahun sekali akan mengadakan tes psikologi. Kebetulan pada akhir September 2017 ini izin menggunakan senpi yang dipegang anggota kita telah habis masa berlakunya,” kata Kompol Sudarmono.

Sementara itu, Kasubag Psikologi dan Kepribadiaan Biro SDM Polda Jatim, Kompol Muhammad Mujib Ridwan menyatakan, tes ini sangat penting dilakukan oleh anggota polisi, karena untuk memantau kondisi psikologis di lapangan. Dengan lolos mengikuti tes, anggota yang bertugas di lapangan atau pemegang senpi diharapkan bisa menggunakan senjata tersebut sesuai prosedur yang ada.

Dalam tes psikologi ini, lanjut Kompol M Mujib Ridwan, materi yang diujikan meliputi kepribadian, kecerdasan, dan sikap kerja. “Bagi anggota polisi yang dinyatakan lulus tes psikologi senpi, tidak lantas diperbolehkan memegang senjata api, namun masih harus melalui seleksi lagi dari Kepala Satuan Kerja dalam hal ini di Tulungagung adalah Kapolres Tulungagung,” kata Kompol Muhammad Mujib Ridwan.(ta1)

Keterangan gambar : Anggota polisi sedang mengikuti tes psikologi.(foto : acta cahyono)