ADAKITANEWS, Sidoarjo – Jawa Timur merupakan provinsi tertinggi di Indonesia untuk kasus perceraian. Penyebab perceraian tersebut, salah satunya adalah masalah ekonomi (kesejahteraan) dan prosesnya sebagian besar melalui gugatan atau perceraian yang diajukan pihak istri.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Workshop layanan lembaga konsultasi keluarga maslahah PW Muslimat NU Jawa Timur, di Rumah Sakit Siti Hajar, Sidoarjo, Sabtu (30/09). “Justru yang paling tinggi adalah gugatan dari pihak perempuan,” katanya.

Khofifah menjelaskan, banyak persoalan rumah tangga yang dihadapi perempuan saat ini. “Gadget memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kasus perceraian. Karena dengan gadget benih-benih cinta lama bisa muncul kembali,” ujarnya.

Untuk itu Khofifah meminta kepada para pasangan suami-istri agar selalu saling menjaga permasalahan rumah tangga seberat apapun masalahnya. “Jangan sampai keutuhan RT hancur karena salah satu pihak lebih mementingkan egonya. Saya juga heran, ada sejumlah kasus perceraian yang sebetulnya masih bisa dicegah apabila mediasi dan konsultasi berjalan dengan baik. Padahal, problem selanjutnya akibat perceraian ialah pada anak-anak,” jelasnya.

Khofifah yang juga merupakan Ketua Umum Muslimat NU ini mengatakan, perlu ada wadah untuk konseling bagi para perempuan ini, untuk mengurai persoalannya. “Ini harus ada solusi, dan Muslimat harus hadir memberikan solusi,” tuturnya.

Selain mengajak untuk menjaga keharmonisan keluarga, Khofifah juga menerangkan saat ini banyak beredar permen susu yang mengandung sabu, dan peredarannya pada siswa TK dan SD. “Muslimat harus bisa memberikan sosialisasi bahaya permen narkoba ini kepada masyarakat. Karena para Bandar narkoba ini sudah mulai mencari regenerasi dari tingkat anak-anak,” pungkasnya.(pur)

Keterangan gambar : Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Workshop layanan lembaga konsultasi keluarga maslahah PW Muslimat NU Jawa Timur, Di Rumah Sakit Siti Hajar, Sidoarjo, Sabtu (30/09).(foto: mus purmadani)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/adakitanews20170930_211902-1024x767.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/adakitanews20170930_211902-150x150.jpgREDAKSINasionaladakitanews,Berita,jatim,mensos,perceraian,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Jawa Timur merupakan provinsi tertinggi di Indonesia untuk kasus perceraian. Penyebab perceraian tersebut, salah satunya adalah masalah ekonomi (kesejahteraan) dan prosesnya sebagian besar melalui gugatan atau perceraian yang diajukan pihak istri. Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Workshop layanan lembaga konsultasi keluarga...