ADAKITANEWS, Blitar – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar, Toha Mashuri mengatakan, untuk menindaklanjuti masalah tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar di Kabupaten Blitar, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan melibatkan Organisasi Angkutan Darat (Organda), pemilik angkutan, kepolisian, PUPR, Kesbang, dan Dinas Pendidikan.

Hasil sementara dalam rapat koordinasi tersebut, mengarah pada mengaktifkan atau memberdayakan kembali angkutan umum yang sempat lesu agar bisa hidup lagi.

“Angkutan umum kan selama ini sempat mati suri, karena banyaknya masyarakat yang sudah memiliki kendaraan pribadi. Tapi, ini rencananya kita akan memberdayakan kembali untuk angkutan sekolah. Sehingga kedepan kita akan bekerjasama dengan sekolah maupun orang tua,” kata Toha, Kamis (18/01).

Lebih lanjut Toha menjelaskan, untuk rencana kedepan memang diwacanakan gratis. Tetapi karena sementara dari Pemerintah belum menganggarkan untuk subsidi angkutan, sehingga akan dihubungkan antara pemilik angkutan dengan orang tua, atau mungkin melalui komite atau ke orang tuanya langsung.

Sekolah-sekolah juga bakal ikut diajak bermusyawarah, agar nanti siswa-siswinya bisa dinaikkan angkutan ketika berangkat maupun pulang sekolah.

“Ya untuk sementara dengan biaya mandiri dari orang tua. Tapi kedepan, kita akan mencoba mengusulkan untuk menganggarkan subsidi angkutan sekolah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Organda Blitar, Hery Romadhon mengapresiasi dengan adanya razia dari Polres Blitar untuk menekan angka kecelakaan pelajar. Ia pun juga sepakat jika kedepan akan dibentuk angkutan sekolah. “Ya kalau teknisnya bagaimana, nanti kita akan koordinasi lebih jauh dengan pihak-pihak terkait, baik dengan sekolah maupun pihak angkutan,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Salah satu angkutan umum di Blitar saat menunggu penumpang.(foto : fathan)