ADAKITANEWS, Kediri – Aisyah Nur Maulia Azzahro, 6, pelajar Taman Kanak-kanak bersama ibunya, Nanik Intianah, 35, warga Dusun Rembang Reco Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri terpaksa meregang nyawa setelah motor honda vario warna putih nopol AG 6555 GN yang dikendarainya tertabrak oleh Kereta Api Krakatau jurusan Blitar – Jakarta Pasar Senen di Jalan Raya Desa Rembang Kediri, Kamis (08/06) sekitar pukul 07.40 WIB.

Kasi Humas Polsek Ngadiluwih, Iptu Anwar menjelaskan, saat di lokasi kejadian korban awalnya berboncengan dengan anaknya dan hendak mengantarkan sekolah di TK Rembang dari arah rumahnya di Dusun Rembang Reco.

“Korban mengendarai motor dari arah Rembang ke selatan arah Tulungagung hendak mengantarkan Aisyah ke TK Rembang. Dari arah selatan korban menerobos di kanan jalan palang pintu rel kereta api. Di saat bersamaan, melaju kereta api Karakatau dari arah selatan. Karena jarak antara kereta dan motor korban sudah terlalu dekat, tabrakan akhirnya tidak bisa dihindari. Dan korban terpental hingga 50 meter dari TKP,” ujarnya.

Aisyah Nur Maulia Azzahro anak korban yang baru berumur 6 tahun dan hendak masuk Sekolah Dasar meninggal seketika di lokasi kejadian. Sementara ibunya, Nanik Intiam, kondisinya kritis dan langsung dilarikan ke RSUD Gambiran Kediri.

Saat Tim Adakitanews.com berkunjung ke rumah korban dan bertemu dengan kakak Nanik yang bernama Joko, 47, warga Desa Badal Kecamatan Ngadiluwih mengatakan bahwa nyawa Nanik akhirnya juga tak terselamatkan. “Baru saja saya dihubungi oleh suaminya, Moch Husen, bahwa istrinya sudah meninggal dunia,” ujarnya.(kdr9)

Keterangan gambar: Kondisi motor korban. (bawah) Korban Nanik bersama suaminya, Moch Husen saat berada di kamar jenazah Rumah Sakit Gambiran Kediri.(foto: taufiqur Rachman/ist)