width=

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak Jumat (27/05) resmi meluncurkan program Operasi Pasar (OP) 2016. Salah satunya di Kabupaten Sidoarjo, Pemprov menempatkan kegiatan OP di 2 lokasi, yakni di Pasar Larangan dan Pasar Porong. Untuk mengantisipasi adanya aksi nakal tengkulak dalam OP tersebut, petugas akhirnya memberi kebijakan dengan mewajibkan setiap pembeli “menandai” jarinya dengan tinta, persis seperti saat pemilu.

Sahlan, petugas OP di Pasar Larangan Kabupaten Sidoarjo mengatakan, sengaja para pembeli diberikan tanda agar mereka tidak kembali melakukan pembelian lagi. “Sengaja agar tidak ada rolling. Biar semua terbagi rata,” ujarnya saat ditemui Tim Adakitanews.com, Rabu (01/06) pagi.

Sahlan mengatakan, selain kebijakan pemberian tanda, ada juga pembatasan pembelian bagi tiap-tiap orang maksimal 2 bungkus per item yang dijual. “Maksimal pembelian 2 tiap-tiap barang,” imbuhnya.

OP di Pasar Larangan rencananya akan terus digelar hingga menjelang lebaran mendatang. Barang-barang yang dijual adalah beras premium seharga Rp 8.700 per kilogram dengan paket per bungkus seberat 5 kilogram. Selain itu, juga ada minyak goreng dengan harga Rp 11.300 per liter, terigu seharga Rp 7.200 per kilogram, dan gula seharga Rp 11.750 per kilogram.

OP di Pasar Larangan sendiri dikatakan Sahlan sudah dibuka setiap hari mulai pukul 06.30 WIB hingga seluruh stok yang dibawa hari itu habis.(kur)

Keterangan gambar: Sudah Beli – Salah satu pembeli di Operasi Pasar (OP) Pasar Larangan Sidoarjo memasukkan jarinya ke tinta sebagai tanda bahwa ia telah membeli sembako hari itu.(foto: kurniawan)