width=

2016-01-12_22.02.20ADAKITANEWS, Nganjuk – Musim penghujan yang sudah datang membuat penyakit Demam Berdarah merabak. Mengantisipasi serangan penyakit tersebut, pihak Desa Cerme Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk menyiapkan alat fogging sendiri.

Data yang dihimpun tim adakitanews.com, inisiatif tersebut dilakukan Rokani Kepala Desa Cerme. Rokani khawatir terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh nyamuk aides Aigipti yang saat musim hujan tiba selalu menjadi momok bagi warga. “Saya ngeri melihat berita, apabila wabah demam berdarah sudah menyerang. Banyak balita dan juga orang dewasa yang meninggal dunia karenanya,” ungkap Rokani, Selasa (12/01).

Melihat hal tersebut akhirnya Rokani, berinisiatif membeli alat fogging untuk desanya. Alat ini, menurut Rokani, akan digunakan warganya untuk pengasapan. “Agar warga tidak khawatir akan adanya wabah demam berdarah,” ujar Rokani

Biaya untuk membeli alat tersebut Rokani sementara memberikan dana talangan sebesar Rp 15 juta. Pasalnya, belum ada anggaran dari desanya untuk membeli alat penyemprotan tersebur. “Apabila ini tidak segera kami belikan, kami takut musim hujan yang sudah datang ini akan membawa dampak wabah demam berdarah” ujar Rokani.

Sementara lanjut Rokani, untuk tenaga operator mesin fogging pihaknya meminta kepada Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kecamatan Pace untukĀ  memberikan pelatihan kepada empat warga desa Cerme. Pelatihan itu meliputi teknis penyemprotan, hingga sasaran yang harus disemprot sudah diberikan petugas dari Puskesmas Pace.

“Kami sudah mengadakan uji coba penyemprotan di lingkungan sekolah dan pondok di lingkungan Desa Cerme. Rencananya dalam waktu dekat akan melakukan penyemprotan serentak ke rumah-rumah seluruh warga,” jelas Rokani.(Jati/zay)

Keterangan Gambar : Alat Fogging yang dibeli secara swadaya oleh pihak desa untuk mencegah serangan demam berdarah