ADAKITANEWS, Blitar – Tim gabungan Polres Blitar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Dinas Sosial Kabupaten Blitar, menggelar razia orang gila yang berada di wilayahnya, Kamis (22/02) siang.

Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya mengatakan, dalam razia ini sejumlah tempat disisir untuk menemukan keberadaan orang gila. Diantaranya di Kecamatan Talun, Wlingi, Gandusari, Talun, dan Wonotirto. Di wilayah tersebut selama ini dilaporkan memang banyak orang gila berkeliaran. Dan disinyalir, mereka merupakan buangan dari daerah Malang.

“Razia ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terkait isu penyerangan tokoh agama dan perusakan tempat ibadah oleh orang gila yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur beberapa waktu terakhir,” kata AKBP Slamet Waloya usai razia.

Menurut Kapolres, razia itu perlu dilakukan untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Blitar. Terlebih menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jatim Juni 2018 mendatang.

Dari razia tersebut petugas mengamankan delapan orang gila. Namun menurut Kapolres, orang gila yang terjaring itu bukan orang gila baru, tetapi sudah sejak lama menggelandang di daerah Kabupaten Blitar.

Selanjutnya orang gila ini akan diserahkan ke Dinsos setempat, untuk dibina dan dikembalikan ke daerah asalnya. “Mereka kebanyakan sedang menggelandang di pasar saat kami temukan,” imbuhnya.

Sementara itu pantauan di lapangan, delapan orang gila yang diamankan tidak melakukan perlawanan saat akan diangkut petugas.(fat/wir)

Keterangan gambar: Salah satu orang gila saat diturunkan dari mobil petugas.(foto : fathan)