Antisipasi Peristiwa di Tangerang, Wawali Sidak Pabrik Kembang Api di Madiun

993

ADAKITANEWS, Kota Madiun – Mengantisipasi terjadinya peristiwa kebakaran pabrik petasan di Tangerang Banten, Wakil Walikota Madiun, Armaya bersama dengan dinas terkait menggelar sidak ke sebuah perusahaan pembuat kembang api di Jalan Sukarno – Hatta Kota Madiun, Selasa (31/10). Hasilnya, masih banyak ditemukan kekurangan yang wajib dipenuhi oleh pemilik perusahaan.

Beberapa kekurangan tersebut diantaranya dari sisi kesejahteraan, kemanan, serta kenyamanan karyawan dalam bekerja. Seperti upah karyawan yang ternyata masih jauh dari UMK Kota Madiun. ” Sebulan biasanya saya diupah satu juta, kadang kurang,” ungkap salah satu karyawan yang tidak mau menyebutkan namanya, dan mengaku telah bekerja selama dua tahun itu.

Hasil temuan lainnya adalah APAR (Alat Pemadam Api Ringan), salah satu komponen penting dalam keselamatan bekerja yang ternyata juga masih kurang. Pengamatan di lapangan, pihak perusahaan memang telah menyediakan alat tersebut, namun dalam kapasitas kecil serta penempatannya juga sembarangan dan hanya ditaruh di tanah.

Selain itu Wawali juga sempat menemukan persoalan terkait BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan di perusahaan tersebut. “Untuk BPJS baru sebagian Pak. Belum semua karyawan ikut,” kata Welly Santoso, pemilik pabrik kembang api ketika ditanya oleh Armaya saat sidak.

Upah pegawai yang masih jauh dari UMK itu, diiyakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, Suyoto yang juga ikut sidak. “Nantinya pemilik akan kita berikan nota pembinaan untuk mengindahkan aturan yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Mekanismenya, menurut Suyoto, jika setelah ada nota pembinaan namun tetap diabaikan oleh pemilik perusahaan, pihaknya akan menerbitkan Surat Peringatan kesatu, kedua, dan ketiga, bahkan dimungkinkan akan dilakukan penutupan tempat usaha.

Terpisah, Wakil Walikota Madiun, Armaya menyatakan jika tujuan sidak ini adalah untuk mengantisipasi terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan, sekaligus sebagai antisipasi agar peristiwa kebakaran pabrik kembang api seperti di Tangerang tidak terjadi di Kota Madiun.

“Sidak kami lakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan pemilik perusahaan dalam menerapkan K3 bagi pegawainya termasuk apakah sudah dijaminkan di BPJS pegawainya, termasuk perangkat pendukung CCTV untuk memonitor titik rawan di pabrik,” jelas Armaya, Selasa (31/10).

Armaya mendorong kepada pemilik perusahaan untuk segera memenuhi kekurangan – kekurangan agar kedepan seluruh aspek bisa terpenuhi.(bud)

Keterangan gambar : Sidak Wakil Walikota Madiun, Armaya ke PT Willindo Kali Catur yang memproduksi kembang api.(foto : budiyanto)