ADAKITANEWS2015-07-21_19.16.37, Ponorogo – H+4 lebaran, ribuan calon penumpang bus berjubel di terminal Selo Aji Ponorogo. Para penumpang itu hendak menuju ke beberapa kota besar untuk kembali bekerja, Selasa (21/7).

Mereka berjam-jam harus rela menunggu kedatangan bus dari Surabaya atau Madiun yang acapakali terlambat akibat arus lalu litas padat. Para penumpang ini harus berdesak-desakan untuk bisa berebut masuk dan naik ke bus yang baru datang. Hartono warga Kecamatan Slahung bersama anak istrinya ini harus rela menunggu kedatangan bus. Pasangan muda ini nampak beberapa kali mengurungkan niatnya untuk ikut berebut karena dia mengajak serta anak balitanya baru berumur setahun.

“Melihat ada bus datang para calon penumpang langsung berdesakan segera naik. Kami pun tadi juga begitu tapi karena anak kami masih kecil, kami membatalkan untuk ikut berdesak-desakan naik ke dalam bus yang baru datang,” ujar Hartono.

Hal serupa dialami Miratun warga Kecamatan Soko, yang hendak ke Surabaya mengantar suaminya akan menjalani kemoterapi disalah satu rumah sakit yang berada di Surabaya. Miratun juga beberapa kali mengurungkan untuk ikut berebut masuk dalam bus yang baru datang.

“Saya sudah dari jam 9 pagi ngantri menunggu bis, setiap ada bus datang penumpang sudah berebut untuk naik, karena bapaknya ini tidak kuat kalau berdiri lama ya terpaksa selalu kami urungkan. Padahal hari ini suami saya harus menjalani kemoterapi di Surabaya,” ujarnya saat ditanya adzkitanews.com jam 12.00.

Sementara itu Kepala Unit Pelayanan Tehnis (UPT) Terminal Seloaji Ponorogo Guritno HW, mengatakan, keterlambatan armada bus, karena terjadinya kemacetan di jalur mudik antara Madiun hingga Nganjuk. “Karena terjadi kemacetan di Saradan, Kabupaten Madiun, menyebabkan terjadinya keterlambatan armada sehingga terjadi penumpukan,” jelasnya.

Data yang berhasil dihimpun adakitanews.com, mulai pagi hingga pukul 16.00 lalu, sekitar 4.500 penumpang telah keluar dari Terminal Seloaji. Dilaporkan, tumpukan penumpang mulai mencair atau menipis pukul 17.00, seiring terangkutnya penumpang. Untuk membantu penumpang agar terangkut untuk melanjutkan perjalananya, Dishub telah menurunkan 130 bus regular, 40 bus AKAP, 6 bus pariwisata dan 3 bus dari DAMRI. (UK)

Keterangan foto: Calon penumpang langsung menyerbu tiap bus baru tiba atau masuk Terminal Seloaji, Kabupaten Ponorogo.