ADAKITANEWS, Blitar – Kelanjutan status aset tanah Pabrik Tiwul Instan di Desa Jatilengger Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar akhirnya terjawab. Pengelola pabrik, PT Cahaya Sejahtera Sentosa (CSS) bahkan sudah menandatangani pengakhiran kerjasama dengan Pemkab Blitar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti mengatakan, untuk Pabrik Tiwul sebelumnya memang masih terikat kerjasama dengan PT CSS. Namun kini sudah ada kesepakatan antara Pemkab Blitar dan pihak PT CSS, untuk mengakhiri perjanjian kerjasama tersebut.

“Kita sudah sepakat, dan pihak PT CSS juga sudah menandatangani kaitannya dengan pangakhiran kerjasama. Sehingga otomatis aset sudah tidak terikat dan secara penuh sudah kembali ke Pemerintah Daerah,” kata Khusna, Kamis (01/02).

Lebih lanjut Khusna menjelaskan, dalam kesepakatan pengakhiran perjanjian kerjasama ada beberapa catatan. Menurutnya, hal ini memang masih dibicarakan karena masih menjadi bagian kerjasama yang dikecualikan. Contohnya seperti gedung pabrik yang merupakan milik PT CSS, serta barang-barang inventaris yang juga milik PT CSS.

“Kalau secara prinsip pengakhiran kerjasama sudah ditandatangani dengan beberapa catatan. Kedepan akan dibicarakan lagi terkait catatan itu,” pungkasnya.

Sementara itu ditemui terpisah, Bupati Blitar, Drs H Rijanto mengatakan, untuk pemanfaatan aset Pemkab yang digunakan Pabrik Tiwul tersebut masih belum dibicarakan, karena saat ini masih dalam proses finalisasi penyelesian masalah. “Kalau pemanfaatannya akan kita bicarakan lagi setelah aset kita benar-benar sudah kembali,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Pabrik Tiwul di Jatilengger Ponggok Blitar.(foto : fathan)