ADAKITANEWS, Kota Madiun – Satreskoba Polres Madiun Kota kembali mengungkap kasus narkoba jenis sabu. Dalam kasus ini, lima tersangka berhasil ditangkap saat tengah asyik menggelar pesta sabu di sebuah rumah di Jalan Atlea Perum Royal Orchid Residen, Kelurahan Josenan Kecamatan Taman Kota Madiun.

Kasat Narkoba Polres Madiun Kota, AKP Sunkono mengatakan, pengungkapan ini diawali dari laporan masyarakat terkait adanya pesta narkoba yang dilakukan oleh kelima tersangka. “Berdasarkan keterangan salah satu tersangka, sabu tersebut diperoleh dari seseorang yang berada di lapas Madiun dengan inisial ED,” tegas AKP Sunkono, Selasa (06/06).

Dalam bertransaksi, tersangka mengaku membeli sabu kepada ED dengan cara transfer. Sedangkan ED, diyakini memiliki kaki tangan yang bertugas menyerahkan sabu pesanan tersebut. Dan menurut kepolisian, suruhan ED tersebut identitasnya kini sudah diketahui dan sedang dalam proses pengejaran.

AKP Sunkono menjelaskan, modus transaksi para tersangka dalam membeli sabu adalah dengan sistem ranjau. Sementara para tersangka sendiri ditangkap setelah akan melakukan pesta narkoba yang kedua.

Diawali penangkapan tersangka Catur Rudi, 35, warga Jalan cendrawasih Gang Bango Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun dan Aan, 25, warga Jalan Banda kelurahan Madiun Lor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Keduanya ditangkap di Jalan Pandan saat mengambil pesanan sabu yang kedua kalinya.

Dari pemeriksaan kedua tersangka ini, akhirnya petugas menangkap ketiga tersangka lain yakni Deni, 30, asal Dusun Sampung Kidul Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo, Fredi Y, 31, asal Dusun/Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo, dan Yusuf, 34, warga Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. “Ide untuk melakukan pesta narkoba ini berasal dari tersangka Deni,” lanjut AKP Sunkono.

Barang bukti yang diamankan dari penangkapan tersebut antara lain, sabu seberat 0,34 gram, satu unit sepeda motor, empat buah korek, sedotan, buku rekening dan token BCA. “Atas perbuatannya para tersangka diancam dengan pasal 112 dan 114 KUHP dengan ancaman kurungan 5 sampai 20 tahun,” urai Sunkono.(bud)

Keterangan gambar: ilustrasi.(google.com)