ADAKITANEWS, Tulungagung – Harus diakui, saat ini anak-anak memang lebih menggemari permainan virtual ketimbang lainnya. Apalagi aksesnya juga semakin mudah dengan makin berkembangnya teknologi informasi. Permainan tradisional pun selain dianggap jadul dan ketinggalan zaman, juga kerap dicap tak efektif dan efisien.

Di Indonesia permainan tradisional seperti congklak, sunda manda alias engklek atau gobak sodor, egrang dan sebagainya mulai ditinggalkan. Padahal, warisan asli Indonesia ini mempunyai nilai yang tinggi sekaligus bisa membuka peluang usaha baru, jika dikemas dalam paket wisata.

Sebagai upaya untuk menangkal pengaruh negatif dari dampak globalisasi, SDN Bulusari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional pada anak didiknya.

Ratusan siswa SDN Bulusari ini begitu antusias dan bergembira bermain kelereng dan berbagai permainan tradisional lainnya seperti engklek, gobak sodor, congklak, kucing-kucingan dan lompat tali di halaman sekolah.

“Selain untuk melestarikan budaya tradisional, permainan tradisional ini sangat efektif untuk menangkal berbagai pengaruh budaya asing yang dapat berdampak negatif pada anak-anak,” kata Kepala SDN Bulusari, Hikmawati.

Pada era global ini, lanjut Hikmawati, budaya maupun informasi yang tidak seharusnya diterima oleh anak-anak begitu deras masuk dan dapat dengan mudah diakses melalui internet.

“Berbagai macam permainan seperti engklek, gobak sodor, dan congklak, justru memiliki beragam manfaat. Permainan tradisional ini akan melatih kemampuan fisik anak, selain itu anak juga dapat belajar arti kerjasama, belajar sportifitas, dan yang paling penting membuat anak lebih bersosialisasi,” ujar Hikmawati.

Karena ini merupakan hal baru bagi siswa, merekapun tidak sedikit yang belum mengetahui cara dan aturan bermain aneka permainan tradisional ini, sehingga harus diajari terlebih dahulu oleh para guru.

Seperti yang dialami salah seorang siswa, Shintya Ramadani. Awalnya dia sangat asing dengan aneka permainan yang diadakan di sekolahnya. Tapi setelah tahu cara bermainnya, justru mengasyikkan.

“Saya senang bisa mengenal kembali sejumlah permainan tradisional dalam kegiatan ini. Bermain permainan tradisonal beramai-ramai bersama teman, terasa lebih seru,” ujar Shintya RamadanI, pelajar kelas enam ini.(ta1)

Keterangan gambar : Siswa SDN Bulusari, asyik bermain permainan tradisional.(foto : acta cahyono)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/11/adakitanews20171121_032949.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/11/adakitanews20171121_032949-150x150.jpgREDAKSISeni Budayaadakitanews,Berita,permainan tradisional,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Harus diakui, saat ini anak-anak memang lebih menggemari permainan virtual ketimbang lainnya. Apalagi aksesnya juga semakin mudah dengan makin berkembangnya teknologi informasi. Permainan tradisional pun selain dianggap jadul dan ketinggalan zaman, juga kerap dicap tak efektif dan efisien. Di Indonesia permainan tradisional seperti congklak, sunda manda alias...