Atlet Senior Dan Terkaya Sumbang Satu Perunggu Cabang Bridge Asian Games 2018

388


Jakarta. Bridge adalah cabang olahraga permainan kartu yang mengandalkan perhitungan matematika yang prima dari atletnya. Meski sebagian orang melihat pertandingan ini seperti mengandalkan keberuntungan, bagi atlet profesional seperti Bambang, olahraga ini juga menuntut untuk punya kejelian ekstrem dan kecepatan menghitung peluang demi peluang dalam waktu sangat singkat.

Sebagai salah satu dari dua orang terkaya di Indonesia, Michael Bambang Hartono bersama atlet Bridge lainnya diketahui berhasil menyumbang dua medali perunggu pada Asian Games 2018 lewat nomor Mixed Team dan Supermixedteam. Selain jadi atlet terkaya, Bambang juga menjadi atlet paling senior di antara semua atlet yang berlaga. Usianya yang sudah 78 tahun tidak menurunkan semangatnya untuk membantu Indonesia dalam Asian Games.

Dikutip dari Forbes, Michael Bambang Hartono yang mewarisi perusahaan rokok Djarum beberapa dekade lalu secara cerdas melakukan diversifikasi bisnis dengan mengambil saham BCA yang terpuruk akibat krisis keuangan pada 1997-1998.

Peringkat teratas daftar orang terkaya di Indonesia ditempati Hartono bersaudara. Robert Budi Hartono berada pada peringkat pertama dengan kekayaan mencapai 17,4 miliar dollar AS dan Michael Bambang Hartono berada pada peringkat kedua dengan kekayaan mencapai 16,7 miliar dollar AS. Apabila digabungkan, kekayaan Hartono bersaudara mencapai 34,1 miliar dollar AS. Angka tersebut setara dengan kira-kira Rp 467,1 triliun.

Kekayaan Hartono bersaudara pun lebih besar dari anggaran pendidikan yang dipasang pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Pada tahun ini, pemerintah mematok anggaran pendidikan sebesar Rp 444,1 triliun. Angka tersebut setara dengan 20 persen dari total belanja APBN.

“Jika Anda ingin menjadi pemimpin yang baik, dan Anda ingin menjadi orang yang sukses, pebisnis, bermain bridge. Jangan pernah berhenti, jangan pernah menyerah,” tambahnya.

Atlet Bridge Senior ini telah bermain bridge sejak dia berusia enam tahun dan dia menyukai tantangan dalam permainan Bridge, tetapi dia mengatakan itu bukan prioritas utamanya.

“Prioritas nomor satu tentu saja keluarga. Nomor dua adalah bisnis. Dan jika saya punya waktu saya bermain bridge sebagai hobi. Dan juga hobi lain adalah musik,” kata Michael Bambang Hartono, yang juga pecinta Tai-Chi. (FIR)

Foto: Antara Foto/INASGOC/Peter F Momor