ADAKITANEWS, Sidoarjo – Mengawali masa kampanye, Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan didampingi putera keduanya, Zalaludin Mannagali blusukan ke Pasar larangan Sidoarjo, Sabtu (17/02). Bersama tim suksesnya, mantan Menteri Sosial tersebut juga membagi-bagikan stiker dan kalender kepada pengunjung serta pedagang.

Kedatangannya ke Pasar Tradisional Larangan tersebut merupakan kampanye perdananya. Pengunjung juga pedagang, tampak antusias menyabut kedatangan nya. Mereka pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bersalaman, selfie, bahkan hingga berpelukan dengan Khofifah.

Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama ini dalam blusukannya juga diiringi ‎grup pengamen, berkeliling menyalami pembeli dan pedagang yang ada di kios luar maupun dalam pasar. Ia meminta dukungan sambil menunjukkan jari telunjuknya sebagai isyarat memilih nomor 1.‎

Tak sedikit bu-ibu di dalam pasar yang meminta foto bersama dengannya. Khofifah juga terlihat intens berkomunikasi mulai dari pedagang bumbu, sayur, ikan, gerabah, daging hingga beras.

Agenda Khofifah masuk ke Pasar Larangan ini adalah merupakan salah satu dari Nawa Bhakti Satya, yakni program Jatim Akses yang salah satunya adalah infrastruktur. “Kategori infrastruktur ekonomi terutama adalah pasar tradisional, tidak hanya infrastruktur pada jalan, dermaga dan Airport,” kata Khofifah.

Selain bersosialisasi dengan masyarakat, Khofifah juga menyempatkan diri membeli ikan bandeng dan kepala kakap. Dia juga membagikan kalender serta sejumlah kaos kepada warga yang berada di dalam pasar.

Khofifah mengatakan, kunjangannya kali ini juga untuk memastikan ketersediaan pangan. Menurutnya secara umum harga beras juga mulai turun karena sudah mulai memasuki masa panen. “Bagaimana caranya harga beras murah petaninya sejahtera, karena memang support pupuk dan benih itu menjadi penting. Ketersediaan irigasi teksier juga penting karena untuk suplay air,” ucapnya.‎

Sementara saat ditanyai soal banjir di Jalan Raya Porong, Khofifah mengaku belum berani menanggapi karena dia merasa belum ada wewenang untuk posisinya.

“Nantilah, kita sudah menghitung untuk jalan provinsi, jalan nasional dan jalan kabupaten kota. Insyaallah kayaknya semua sudah hampir selesai. Nanti saat hitung-hitungannya selesai kita akan informasikan. Ngitung jalan bukan hanya di Porong ya, ngitung jalan sak Jawa Timur ya,” ujarnya.(sid3)‎

Keterangan gambar : Khofifah saat berdialog dengan pedagang di dalam Pasar Larangan.(foto : andri santoso)‎