ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sejak awal tahun 2016 hingga akhir April, Polres Sidoarjo mencatat ada 20 kasus pelecehan seksual terhadap anak. 19 diantaranya berawal dari pengaruh situs porno.

Kapolres Sidoarjo, AKBP Anwar Nasir mengatakan, bebasnya akses internet di masyarakat menjadikan bahaya tersendiri khususnya bagi anak di bawah umur. Pasalnya, kecanggihan teknologi dan kemudahan mengakses internet tidak jarang menjadi pemicu munculnya nafsu yang mengakibatkan terjadinya tindak pidana pelecehan seksual. “Mulai Januari 2016 hingga April, ada 20 kasus pelecehan anak di bawah umur. 19 kasus akibat menonton video porno,” ujarnya, Sabtu (14/05).

AKBP Anwar menambahkan, peran orangtua dituntut untuk lebih aktif membedakan antara rasa sayang terhadap anak dan dampak yang nanti ditimbulkan. “Orangtua kadang karena sayang, anaknya dibelikan ponsel yang ada internetnya. Padahal kita tahu, dengan mudah anak-anak itu mengakses situs porno,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, AKBP Anwar mengaku pihaknya terus melakukan monitor terhadap aktivitas-aktivitas yang dicurigai bisa menambah jumlah kasus pencabulan anak dibawah umur di Sidoarjo. “Kita terus monitor. Razia ke warnet juga akan kita agendakan,”

Dijelaskan dari 20 kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, 19 diantaranya adalah akibat mengakses situs porno. Sedang 1 kasus adalah akibat pengaruh minuman keras (miras). AKBP Anwar mengatakan, dari latar belakang pelaku 7 diantaranya adalah karena berpacaran, 3 dari oknum guru, 2 dari tetangga, 3 dari keluarga dekat, 3 lainnya dari orang tak dikenal, dan 2 dari teman korban.

“Kita juga akan antisipasi dengan pemerintah daerah, misalnya Satpol PP untuk melakukan razia di warnet dan tempat-tempat lain yang sering dikunjungi anak-anak muda,” pungkasnya.(kur)

Keterangan Gambar: Kapolres Sidoarjo, AKBP Anwar Nasir saat kegiatan lomba Polisi Cilik di GOR Sidoarjo, Sabtu (14/05).(foto: kurniawan)