width=

ADAKITANEWS, Kota Blitar – Baru 3 bulan, luas lahan produktif di Kota Blitar sudah berkurang sebanyak 1 persen dari luas lahan produktif tahun 2016. Bahkan, berdasarkan data di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, hingga awal Maret lalu tercatat ada 10 hektare lahan produktif yang menghilang.

“Tahun 2016 ketersedian area produktif di Kota Blitar seluas 1.097 hektare. Awal tahun berkurang 10 hektare, karena beberapa faktor diantaranya pembangunan ruko dan perumahan. Jadi sekarang tinggal 1.087 hektare,” jelas Rodijah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar di Kantornya, Jumat (10/03)

Lanjut Rodijah, jika ini terus dibiarkan akan berdampak pada ketersediaan area persawahan di Kota Blitar. Berkurangnya lahan produktif di Kota Blitar diakibatkan adanya pembangunan yang dilakukan oleh para investor. Sehingga sebagai upaya menekan upaya alih fungsi lahan produktif, dalam setiap pengajuan perizinan pembangunan akan diperketat. “Jadi setiap pengajuan izin pembangunan, kita bakal pertimbangkan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar,” tegasnya.

Kepada Tim Adakitanews.com, Rodijah menambahkan, pengurangan luas area produktif di Kota Blitar tidak terjadi pada area persawahan, sehingga dipastikan area persawahan di Kota Blitar tidak terancam. Hanya saja Rodijah tak menyebutkan datanya. “Kalau sampai sawahnya ikut berkurang, nanti ketersediaan pangan di Kota Blitar bisa terganggu. Luas totalnya saya lupa tapi masih aman,” tutupnya.(blt1)

 

Keterangan gambar: Lahan produktif yang berubah menjadi area Parkir Pasar Hewan Dimoro, Tanjungsari, Kota Blitar.(foto: glorian)