width=

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Permasalahan antara warga Eks Lokalisasi Semampir dengan pihak Pemkot Kediri memasuki babak baru usai tidak adanya kesepakatan mediasi, Selasa (14/03).

Dalam mediasi yang coba difasilitasi oleh PN Kota Kediri selama beberapa kali dan dipimpin oleh Ketua Hakim, Yuliana, kedua belah pihak tetap tidak menemukan titik kesepakatan. Atas hasil itu, pengadilan pun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan proses persidangan.

Ketika Tim Adakitanews.com meminta keterangan terkait perkembangan persidangan, Dwi Hananta selaku Humas PN Kota Kediri mengatakan jika hari ini adalah hasil akhir dari mediasi. “Karena tidak ada kesepakatan dari kedua pihak mengakibatkan persidangan perdata terkait warga semampir dan Pemkot Kediri berlanjut ke ranah persidangan,” ujarnya.

Saat disinggung terkait apa penyebab kedua pihak tidak sepakat, Dwi Hananta mengantakan jika itu adalah dokumen rahasia PN Kediri yang tidak bisa diinformasikan. “Itu dokumen rahasia PN Kediri yang tidak diperkenankan untuk dipublikasikan. Untuk sidang pertama kemungkinan dua pekan lagi. Akan tetapi perlu diketahui jika dipertengahan persidangan terjadi kesepakatan, sidang bisa dihentikan,” tambahnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi secara terpisah, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar justru enggan menjawab soal gagalnya proses mediasi. Dalam acara Kopitahu di Masjid Al Huda Kelurahan Ngadirejo Kediri, Mas Abu, sapaan akrab Walikota Kediri lantas meminta Tim Adakitanews.com mengkonfirmasi bagian hukum. “Saya kurang tahu kalau masalah itu sebab saya tidak mengikuti. Langsung saja komunikasi dengan bagian hukum Pemkot Kediri yang mengurusi masalah itu,” terangnya, Selasa (14/03) malam.(kdr8)

Keterangan gambar: Dwi Hananta selaku Humas PN Kediri dan Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat acara kopitahu.(foto : Sugiono)