Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi (wiji thukul)

ADAKITANEWS, Jombang – Penggalan puisi dari sastrawan besar Wiji Thukul di era 1997 ini menjadi pendorong bagi beberapa pemuda Jombang yang tergabung dalam komunitas Malam Puisi Jombang, saat melaksanakan acara dengan membacakan puisi di pinggir Jalan Basuki Rahmad tepatnya di depan Monumen Adipura, Jumat (10/02) malam.

Acara diikuti oleh puluhan penonton dari berbagai golongan. Mulai dari siswa sekolah, mahasiswa, sampai masyarakat umum. Acara yang digelar itupun juga sempat menyita perhatian para pengendara jalan yang melintas. Hingga tidak sedikit dari mereka (para pengendara,red) yang meluangkan waktunya meski hanya sebentar mengikuti jalannya acara.

“Acaranya unik sebab dilakukan di pinggir jalan,” kata Mery, seorang pengendara motor yang sengaja menghentikan laju kendaraannya guna melihat acara tersebut.

Fuad Effendi, salah satu pendiri komunitas malam puisi menjelaskan, acara yang digagas oleh komunitasnya tersebut memang sengaja memilih tempat di pinggir jalan nasional dengan bertujuan agar sajak-sajak yang mereka bacakan dapat didengar oleh masyarakat. “Kami sengaja memilih tempat di pinggir jalan guna puisi-puisi yang dibacakan didengar oleh masyarakat. Yakni sajak-sajak sindiran untuk pemerintah,” jelas Fuad Effendi ketika dimintai keterangan oleh Tim Adakitanews.com.

Beberapa pemuda yang menghadiri acara Malam Puisi tersebut secara bergiliran membacakan puisi dari beberapa penyair kondang, salah satunya WS Rendra. Eko Wahyu Prasetyo, mahasiswa dari salah satu Universitas di Jombang yang ikut membacakan puisi karya WS Rendara berjudul Sajak Sebatang Lisong menerangkan, bahwa puisi tersebut menggambarkan kondisi masyarakat yang terpojok oleh sistem pemerintahan.

Eko Wahyu Prasetyo mengatakan, puisi yang ia bacakan tersebut sangat tepat disuarakan di tengah-tengah masyarakat. Sebab isi sajak tersebut dapat membentuk opini publik terkait masalah sosial. “Puisi yang saya bacakan sangat menyindir pemerintah, dan saya berharap bisa didengar oleh pemerintah dan masyarakat umum,” ujar Eko Wahyu Prasetyo disela-sela acara.

Di akhir acara, salah satu panitia mengatakan acara selanjutnya akan diadakan di depan Pendopo Kabupaten Jombang.(jb2)

Keterangan gambar: Suasana acara malam puisi di depan monumen Adipura.(foto: Adi Rosul)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/02/100217-jb2-jombang-puisi-2-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/02/100217-jb2-jombang-puisi-2-150x150.jpgRedaksiDaerahadakitanews,Berita,jombang,malm puisi jombang,puisi
Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak Kau hendaki tumbuh Engkau lebih suka membangun Rumah dan merampas tanah Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak Kau kehendaki adanya Engkau lebih suka membangun Jalan raya dan pagar besi (wiji thukul) ADAKITANEWS, Jombang – Penggalan puisi dari sastrawan besar Wiji Thukul di...