ADAKITANEWS, Blitar – Ribuan Peternak Ayam Blitar Raya kembali melakukan aksi di Pendopo Sasana Adi Praja Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, Selasa (07/03).

Ketua Paguyuban Peternak Ayam (PPRN) Blitar Raya, Rofi Yasifun mengatakan, aksi keprihatinan terkait harga telur yang semakin anjlok tersebut dimulai dengan pembagian telur sebanyak 1 ton kepada masyarakat yang melintasi pendopo. “Setelah pembagian telur, ada juga aksi teaterikal yang menggambarkan keprihatinan peternak ayam telur,” kata Rofi di sela aksi.

Aksi yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Blitar, Kapolres Blitar, Dandim 0808, DPRD, dan para tokoh agama ini pada intinya adalah mengajak semua elemen masyarakat, peternak ayam dan Pemerintah Kabupaten Blitar untuk berdoa, agar keprihatinan para peternak ayam petelur bisa segera selesai. “Selain pembagian telur, aksi kami lanjutkan dengan istigosah dan membagikan 2.600 ingkung,” ungkapnya kepada Tim Adakitanews.com.

Rofi mengaku, harga telur yang hingga saat ini sekitar Rp 13 ribu per kilogram di tingkat peternak bisa menjadikan peternak gulung tikar. Oleh karena itu dirinya mewakili seluruh peternak Indonesia juga sudah mengadukan masalah ini sampai ke Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan dan Industri. Namun beberapa kebijakan pemerintah dinilai belum berpihak pada kepentingan rakyat.

“Regulasi kebijakan Pemerintah masih berpihak pada pemodal besar. Ya otomatis kami kalah, kalau telur dari pengusaha bermodal besar yang menguasai suplay pakan dan telur untuk ternak (integrated) masuk ke pasar tradisional,” jelas Rofi.

Menanggapi masalah ini, Bupati Blitar, Drs H Rijanto, MM yang bergabung dengan peternak pada aksi ini, menjanjikan akan segera memfasilitasi kepentingan peternak ini ke Jakarta.

“Blitar merupakan 30 persen penghasil telur nasional, dan hampir 5 ribu peternak adalah warga Blitar. Kesulitan yang dihadapi peternak otomatis juga kesulitan kami selaku pimpinan daerah. Pekan depan kami bersama berangkat ke Jakarta untuk meminta Pemerintah Pusat memperhatikan dan segera memberikan solusinya,” kata Rijanto.

Untuk diketahui, pada aksi ini juga ditandai dengan penandatanganan kesepahaman untuk eksis dan jayanya peternakan rakyat oleh Bupati dan Wakil Bupati, DPRD, Kapolres Blitar, Dandim 0808, dan juga tokoh agama.(blt2)

Keterangan gambar : Suasana aksi Peternak Ayam Petelur Blitar Raya.(foto : fathan)