ADAKITANEWS, Kota Madiun – Dinas Perdagangan Kota Madiun, mengumpulkan seluruh PKL (Pedagang Kaki Lima) se-Kota Madiun, di Aula Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun, Selasa (14/03).

Dalam sambutannya sebelum membuka acara pembinaan terhadap PKL, Wakil Walikota Madiun banyak menyampaikan kepada peserta terkait hak dan kewajiban PKL. “Tata cara dan aturan terkait PKL tertuang dalam Perda Nomor 14 Tahun 2012,” jelas Sugeng Rismiyanto.

Pembinaan PKL menurut Wawali adalah merupakan bagian dari indeks pembangunan manusia, sesuai juga dengan Visi Misi Kota Madiun yaitu mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera. “Pembinaan PKL ini salah satu tujuannya untuk membina PKL agar tidak berjualan di lokasi jalan yang tidak diizinkan oleh Pemerintah Kota,” tegas Wawali.

Sementara itu Gaguk Haryono selaku Kepala Dinas Perdagangan mengaku jika sesuai data resmi yang ada saat ini jumlah PKL asli madiun ada 925 PKL. Tujuan utama penerbitan TDU adalah untuk memastikan jumlah PKL yang resmi sebelum melangkah ke program selanjutnya.

Meski sudah memegang kartu tersebut, kata Gaguk, bukan berarti PKL boleh berjualan di sembarang tempat. Namun tetap harus tunduk dan patuh terhadap aturan yang berlaku. ‚ÄúPenerbitan TDU juga untuk memastikan jika pemegang kartu adalah pedagang yang aktif beraktivitas. Yang jelas tidak ada penataan terhadap PKL, karena mereka sudah menempati tempat usahanya bertahun-tahun,” jelas Gaguk.

Terpisah, salah satu perwakilan PKL, Eko, 55, yang juga ketua salah satu paguyuban PKL di Madiun merasa lega dengan diberikannya surat tersebut. “Dengan demikian kami bisa lebih tenang lagi dalam mencari nafkah,” tutur Eko.(bud)

Keterangan gambar: Gaguk Hariyono, Kepala Disperindag.(foto: budiyanto)