ADAKITANEWS, Sidoarjo – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo menggelar pertemuan dengan para penggerobak sampah yang beberapa waktu lalu sempat melakukan aksi jalan kaki hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Griyomulyo Desa Kalisogo Kecamatan Jabon, Kamis (09/11).

Pertemuan yang digelar di lantai dua Kantor DLHK Sidoarjo ini berlangsung kondusif. Hasilnya, pihak DLHK Sidoarjo akan membuka kembali TPST Lingkar Timur pada Rabu (15/11) mendatang.

Dalam pertemuan itu, salah satu perwakilan penggerobak sampah, Sujari mengaku kalau ada beberapa rekannya yang ditarik uang sebesar Rp 1 juta oleh pengelola, jika ingin masuk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Lingkar Timur. “Dan itu ada saksinya,” katanya.

Namun pernyataan Sujari itu langsung dibantah oleh Trimo. Pria yang disebut-sebut sebagai pengelola di TPST Lingkar Timur itu mengatakan dirinya tidak pernah melakukan apa yang ditudingkan padanya. “Demi Allah, sepeser pun saya tidak menerima apalagi satu juta. Apa yang diomongkan Sujari kalau saya narik uang sebesar itu tidak benar,” tegasnya.

Sementara itu kepala DLHK Sidoarjo, Bahrul Amiq mengatakan pertemuan ini menyatukan kesepahaman antara pihaknya dengan para penggerobak sampah terkait penutupan TPST Lingkar Timur. “Tolong untuk dimengerti. Saya ingin menata ulang TPST itu. Sidoarjo terkenal karena mengolah sampah, embrionya Lingkar Timur. Saya tidak ingin ada aksi dari para penggerobak lagi,” katanya.

Usai pertemuan, para penggerobak sampah ini membubarkan diri dengan tertib. Mereka berharap kesepakatan untuk membuka lagi TPST Lingkar Timur bukan janji semata. “Ya ini yang kami inginkan ada kejelasan,” jelas Sarif, penggerobak sampah lainnya.(pur)

Keterangan gambar : Pejabat DLHK saat menggelar pertemuan dengan penggerobak sampah.(foto: mus purmadani)