ADAKITANEWS, Tulungagung – Terkait pemasangan baliho dan spanduk dari beberapa profil yang menyatakan diri dalam pencalonan Pilkada Tulungagung 2018, Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tulungagung akhirnya angkat bicara.

Hal itu menyusul lantaran Panwaslu Kabupaten Tulungagung, telah menerima aduan dari masyarakat terkait banyaknya pemasangan baliho dan spanduk yang dilakukan oleh beberapa tokoh, yang siap bertarung dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung. Bahkan, ini dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas umum dan sejumlah ruas jalan untuk pemasangan alat peraga guna mensosialisasikan diri.

“Panwas telah menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat, terkait pemasangan baliho dan spanduk tersebut. Namun kami juga tidak bisa bertindak, karena memang hal itu belum masuk dalam ranah Panwas,” kata Ketua Panwas Pilkada Tulungagung, Endro Sunarko, Kamis (05/10).

Endro mengatakan, sampai saat ini tahapan pendaftaran memang belum dilakukan. Apabila ada pihak yang memasang alat peraga berbau kampanye, Panwas pun tidak bisa menindak aksi curi start kampanye tersebut.

“Masalahnya memang saat ini belum masuk tahap kampanye, dan belum ada aturan baku yang disepakati mengenai batasan pemasangan alat peraga (kampanye) sehingga Panwas tidak bisa melakukan penindakan,” ujar Endro.

Endro menjelaskan, bahwa ini masih merupakan ranah Dinas terkait yang melakukan penindakan. “Dalam hal ini Satpol PP atau jajaran trantib atas rekomendasi atau permintaan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung,” katanya.

Kata Endro, Panwaslu Kabupaten Tulungagung baru bisa melakukan langkah tegas penindakan setelah ada penetapan calon, aturan baku sesuai kesepakatan antar calon, serta pengaturan jadwal kampanye.

Sementara itu hingga berita ini diunggah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung, Santoso, belum bisa dikonfirmasi. Saat coba dihubungi melalui sambungan telepon, Santoso belum mengangkat. Sedangkan ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, ia juga belum memberikan jawaban.

Diketahui hingga saat ini sudah ada beberapa nama yang santer disebut berambisi maju bursa Pilkada Tulungagung. Bahkan ada yang sudah mengikuti proses penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di sejumlah partai politik peserta Pemilu.

Nama-nama itu diantaranya, Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono, Ketua Umum PWI, Margiono, Kasatkornas Banser, Alfa Isnaeni, anggota DPRD Jatim, Chusainudin, pasangan petahana, Syahri Mulyo ,dan Maryoto Bhirowo, serta Ketua Paguyuban Warga Tulungagung di Kalimantan Suparlan. Wajah-wajah mereka pun sudah menghiasi di sejumlah lokasi di pusat kota, bahkan hingga ke pelosok-pelosok desa.(ta1)

Keterangan gambar : Kawasan simpang empat BTA Tulungagung yang dipenuhi Baliho Calon Bupati dan Wakil Bupati.(foto : acta cahyono)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/051017-ta1-tulungagung-baliho-1024x573.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/051017-ta1-tulungagung-baliho-150x150.jpgREDAKSIPolitikadakitanews,baliho,Berita,panwaslu,pilkada,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Terkait pemasangan baliho dan spanduk dari beberapa profil yang menyatakan diri dalam pencalonan Pilkada Tulungagung 2018, Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tulungagung akhirnya angkat bicara. Hal itu menyusul lantaran Panwaslu Kabupaten Tulungagung, telah menerima aduan dari masyarakat terkait banyaknya pemasangan baliho dan spanduk yang dilakukan oleh beberapa...