Bangun Kampus UB, Pemkot Akui Masih Bayar 85 Persen

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mengakui masih memiliki kekurangan dalam pembayaran pembangunan Kampus III Universitas Brawijaya di Kelurahan Mrican Kota Kediri kepada pihak kontraktor sebesar 15 persen. Namun Pemkot memastikan, kekurangan itu tidak akan memberikan efek apapun lantaran sudah sesuai perjanjian.

Kabag Humas Pemkot Kediri, Apip Permana mengatakan, pembayaran pembangunan kampus III Universitas Brawijaya Kota Kediri belum lunas lantaran memang belum ada serah terima. Pasalnya dalam perjanjian dengan PT Duta Karya Perkasa (DKP) selaku kontraktor, ketika bangunan tersebut sudah selesai, baru pihak Pemkot Kediri akan melunasi.

“Tak ada efek untuk kekurangan pembayarannya, karena sudah sesuai perjanjian. Kalau sudah dilaksanakan serah terima, maka Pemkot Kediri akan melunasi. Memang dalam perjanjian itu bulan ini akan dilakukan serah terima, namun untuk tanggal pastinya saya juga belum tahu,” cakapnya., Selasa (25/04).

Terkait hasil mediasi antara Sub Kontraktor bahan bangunan dan PT DKP, Apip masih belum banyak berkomentar. “Tunggu saja hasilnya nanti,” imbuh Apip.

Untuk diketahui, dalam proyek pembangunan Kampus III Universitas Brawijaya Kota Kediri senilai sekitar Rp 18 miliar tersebut, Pemkot Kediri masih memiliki kekurangan sekitar Rp 2 miliar dan baru akan dibayar jika proses serah terima bangunan dilaksanakan, yakni sesuai perjanjian. Sementara sebelumnya, kekisruhan terjadi lantaran pihak kontraktor belum memberikan pelunasan pembayaran kepada pihak sub kontraktor. Pihak Sub Kontraktor bahkan sempat mencopoti 500 genting di kampus tersebut pada Jumat (21/04) lalu.(udn)

Keterangan gambar : Kabag Humas Pemkot Kediri, Apip Permana.(foto:fasihhuddin kholili)

Recommended For You