AdaKitaNews Daerah Bangunan Induk UB Ditargetkan Rampung Desember 2016

Bangunan Induk UB Ditargetkan Rampung Desember 2016

29047919756_74501e78dd_cADAKITANEWS, Kota Kediri – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar meletakkan batu pertama untuk pembangunan Kampus Universitas Brawijaya (UB) III di Kelurahan Mrican Kota Kediri, Jumat (19/08). Pihaknya menargetkan, bangunan induk dari Kampus UB III tersebut bisa terselesaikan pada akhir bulan tahun ini.

Bagus Noer Kamaruzaman, supervisor proyek pembangunan ini mengatakan, saat ini pembangunan kampus sudah berjalan 7 persen. Sehingga, menurutnya, jika tidak ada halangan bulan Desember tahun ini bangunan induk sudah selesai. “Kalau tidak meleset perhitungan matematisnya, seharusnya Desember ini untuk bangunan induk bisa selesai,” ujarnya

Proses pemasangan tali pancang menurut Bagus saat ini sudah berjalan, bahkan 24 tali pancang sudah terpasang. Sementara, rencana tali pancang yang akan dipasanh sebanyak 247 buah. Jika sudah terpasang, pihaknya akan memulai membangun struktur bangunan.

“Untuk bangunan tinggi memang harus dimulai dari struktur dulu. Baru kemudian mulai membangun dindingnya. Pemasangan pancang, satu minggu sudah selsai,” ungkapnya

Kasenan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan, penandatangan kontrak dengan PT Duta Karya Perkasa dilakukan tanggal 29 Juli 2016 lalu. Oleh karena itu, dari pihak Pemkot menargetkan, sebelum tanggal 31 Desember nanti, pembangunan gedung induk sudah selesai. “Jika pembangunan gedung induk sudah selesai, maka tahun depan bisa dianggarkan lagi untuk membangun fasilitas lainnya, seperti lapangan dan laboratorium,” jelasnya saat mendampingi Walikota pada acara peletakkan tali pancang di kampus UB III.

Sementara, Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri meyakini, dengan adanya Universitas Brawijaya perekonomian khususnya warga Kelurahan Mrican akan meningkat. Mereka bisa memanfaatkan tempat tinggal mereka untuk kos-kosan atau membuka usaha laundry dan tempat makan. Mas Abu juga mengatakan akan berusaha mengomunikasikan dengan pihak UB, agar selain dosen, staf yang dipekerjakan di sana nanti bisa diambilkan dari warga Mrican.

“Pesan saya hanya satu. Karena mungkin harga tanah di sekitar sini bisa naik, tolong jangan dijual kepada orang di luar Kediri. Manfaatkan saja untuk diri sendiri, supaya perputaran ekonomi juga tetap di Kota Kediri,” ujar Mas Abu

Mas Abu juga mengungkapkan, untuk pembangunan UB tahap awal ini, Pemkot telah menganggarkan dari APBD sebesar Rp 19 miliar. Untuk sementara, seluruh biaya pembangunan masih ditanggung oleh pemkot. Namun bila dari pihak UB bisa membantu, Pemkot tentu saja tidak akan keberatan. “Pembangunan UB ini nanti sifatnya bertahap. Untuk anggarannya, tergantung dari kondisi tahun depan,” tuturnya.

Berdasarkan blueprint yang dibuat sendiri oleh pihak UB, untuk tahap pertama, akan didirikan bangunan induk seluas 54×30 meter persegi dan terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama, akan dijadikan untuk keperluan universitas, yakni ruang masing-masing fakultas dan Program Studi (Prodi), serta ruang bagi rektor. Sementara di lantai dua, ada 6 ruang kelas, dan lantai 3 ada 7 ruang kelas.(Zay)

 

Keterangan Gambar : Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar melihat perencanaan pembangunan Kampus UB III di Kelurahan Mrican Kota Kediri.(foto.Ist)