width=

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jatim, dr Agung Mulyono menggelar sidak ke lokasi banjir di Desa Kedungboto dan Desa Ketegan Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, Kamis (13/10). Dari sidak kali itu diketahui bahwa salah satu penyebab banjir adalah karena tidak mampunya sungai menampung air hujan.

Dalam agenda sidaknya, politisi asal Partai Demokrat itu berkeliling ke rumah-rumah warga yang diketahui masih tergenang air. Tak hanya itu, Agung juga melihat kondisi Kali Buntung yang volume airnya kerap meluap dan menggenangi pemukiman warga sekitar saat terjadi hujan lebat.

“Banjir di Sidoarjo ini karena banyak sungai yang tidak mampu menampung air kiriman dari daerah lain dan akhirnya meluap. Terutama saat intensitas hujan sedang tinggi. Jadi, ada yang perlu di rekontruksi, yakni Dam Kali Buntung,” katanya.

Agung menambahkan, banjir di wilayah Sidoarjo yang terjadi sejak Senin (10/10) lalu termasuk yang terparah. Dalam waktu dekat, Agung mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo agar segera membuat tanggul di kali yang tidak mampu menampung luapan air tersebut. “Rencananya Pemkab Sidoarjo akan mengajukan dana ke pemerintah pusat sebesar Rp 150 milliar untuk membuat tiga bendungan sebagai solusi untuk penangan banjir,” tambahnya.‎

Sementara, Ketua RT 18 Desa Kedungboto Kecamatan Taman, Sri Handayani menyatakan bahwa sebelumnya warga sudah meminta kepada Pemkab Sidoarjo untuk membuatkan tanggul penahan luberan air sungai. Sri Handayani menyebutkan akibat banjir, rumah-rumah yang diidami sekitar 40 Kepala Keluarga tergenang. Warga yang rumahnya terendap akhirnya terpaksa mengungsi di musala setempat. “Begitu surut, warga kembali ke rumah masing-masing,” kata Sri.(kur)

Keterangan gambar: Ketua Komisi E DPRD Jatim, dr Agung Mulyono saat sidak di lokasi banjir, di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo.(ist)