ADAKITANEWSBanjir Bandang Segulung, Madiun – Banjir bandang yang menerjang Desa Segulung, Joho dan Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun bercampur longsor menyebabkan kerugian mencapai miliaran rupiah. Salah satu korban banjir bandang di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Banjir di lokasi ini, tidak hanya menyebabkan dua warga RT 34 RW 12 Desa Segulung, Kecamatan Dagangan yang hilang hanyut diterjang banjir bandang, Kamis (19/2) malam lalu. Tapi, juga merusak sejumlah bangunan rumah termasuk rumah korban, kandang hewan ternak, jembatan, pohon tanaman hutan, padi, cengkeh coklat, durian, rambutan, serta memutuskan pipa saluran air bersih.

“Kerugiannya mencapai miliaran rupiah, wong hampir di semua dusun terjadi kerusakan,” terang Kepala Desa (Kades) Segulung, Jumat (20/2).

Ia mengungkapkan kerusakan di kampungnya akibat terjangan banjir bandang itu merusak 2 jembatan antara desa dan antar kecamatan, merusak 3 rumah, Lalu, 16 kambing hilang, memutus pipa air bersih, merusak 60 hektar sawah tanaman padi, merusak 6 titik dam di selatan dan utara serta merusak 1 jembatan darurat.

Kerusakan lainnya adalah tanaman durian, cengkeh, rambutan, coklat yang ada di 6 dusun yakni Dusun Dipo, Bade, Dayakan, Segulung, Gemaga,  serta Glatik. Dilaporkan, korban hanyut warga Desa Segulung, bernama Mbah Dinah,80, dan Dinem,60, (ibu-anak), sekitar pukul 09.00. Jasad Mbah Dinah baru ditemukan sejauh 2,5 km dari lokasi kejadian, sedangkan jasad Mbah Dinem hingga kini belum ditemukan.

“Padahal, semalam hujannya tak lebat. Tapi banjir bandang itu menyebabkan kerusakan dimana-mana terjadi dan memicu longsor di sejumlah titik ruas jalan pekarangan warga. Tapi paska terjadi gelontoran banjir bandang kayak tsunami kecil. Kami semua terkejut dan berlarian,” ujarnya.

Menyinggung penyebab kejadian, Bupati Madiun Muhtarom memastikan jika bencana alam banjir bandang dan tanah longsor menerjakan Desa Segulung, Joho dan Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, disebabkan adanya longsoran besar di Petak 13 Perhutani masuk Desa Mendak.

Akibatnya, tanah longsor membendung sungai hingga menyebabkan air sungai meluap. “Air banjir bandang mendadak datang, warga tidak mampu mengevakuasi aset baik barang di dalam rumah maupun hewan ternaknya termasuk dua korban yang diduga hanyut bersamaan banjir bandang kiriman dari puncak Gunung Wilis itu.

Luapan air bersama lumpur longsoran itu, mengalir tak terarah hingga menyebabkan banjir bandang yang menerjang 3 desa yang ada di petak 13 milik Perhutani itu. “Kalau banjir aset dan keluarga harus segera diselamatkan, terutama bagi yang tinggal di pinggiran sungai. Hasil pengamatan saya di lapangan, korban rumah baik di Desa Joho maupun Desa Segulung semua bangunan rumahnya ada di tepi sungai (Seprahu) yang diterjang banjir bandang itu,” tandasnya.

Sementara itu, sedikitnya 13 rumah warga Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun rusak diterjang tanah longsor. Bencana alam ini bersamaan dengan bencana banjir bandang yang menerjang Desa Segulung dan Joho. Diduga, bencana alam baik banjir bandang maupun longsor itu disebabkan tingginya curah hujan di puncak Gunung Wilis, hingga menyebabkan bencana di pemukiman penduduk di Lereng Gunung Wilis itu.

“Terkena longsor 13 rumah warga kami, tapi rusak berat ada 3 rumah dan 10 rumah lainnya rusak ringan hingga sedang,” jelas Purwadi anggota DPRD Kabupaten Madiun sekaligus warga desa setempat. Ketiga rumah rusak berat itu adalah rumah milik Sadikun,55, warga RT 06/RW 02, rumah Misn,55, warga RT 01/RW 01, serta rumah milik Maulana,65, warga RT 04/RW 02.

Sedangkan sisanya rusak berat dan ringan adalah rumah milik Lusdi,58, warga RT 04/RW 02, Wiji,44, warga RT 04/RW 02, Suntoyo,37, warga RT 04/RW 02, DJumani,55, warga RT 03/RW 02, Panut,58, RT 02/RW 01, Jarno,36, warga RT 06/RW 02, Ny Kasinah ,68, warga RT 02/RW 02, Ny Lasmi,45, warga RT 05/RW 02, Lamiyun,45, warga RT 05/RW 02 serta rumah Parmun,40, warga RT 05/RW 02.

“Semua bantuan maupun pertolongan dari luar desa masih kesulitan masuk karena puluhan ruas jalan menuju Mendak mulai masuk Dusun Morosewo, Desa Mendak terputus, karena tertimbun material longsor,” ujarnya lagi.

Sementara Kepala Satuan Pelaksana Tugas (Satlak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Eddy Hariyanto menegaskan bakal mendatangkan alat berat untuk membersihkan puing longsor yang menutup jalan menuju Desa Mendak itu. “Material besar longsor, dibersihkan dan dievakuasi dengan dipinggirkan menggunakan alat berat.Peralatan masih dalam perjalanan,” ujarnya.

Dari Desa Joho banjir menerjang 2 rumah warga, satu jembatan putus dan 24 ekor kambing hanyut. Bantuan diberikan dari Pemkab Madiun yaitu rumah rusak berat Rp 10 juta, sedang Rp 7 juta dan ringan Rp 3 juta. Bantuan lain juga diberikan berupa makanan siap saji dan lainnya, untuk pembangunan kerusakan melalui PAK. (UK)

Keterangan Gambar : Kerusakan yang diakibatkan banjir bandang yang melanda kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun